Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:03 WIB

Pemahaman Sakit Melalui Visual: Rahasia Otak Saat Melihat Orang Terluka

Author

Pemahaman Sakit Melalui Visual: Rahasia Otak Saat Melihat Orang Terluka

Sebuah studi terbaru dari University of Reading mengejutkan dengan mengungkap bahwa otak dapat merasakan sakit ketika melihat orang lain terluka. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada visualisasi, tetapi juga pada aktivasi bagian otak yang mengolah sensasi sentuhan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dipimpin oleh Dr. Nicholas Hedger, penelitian ini melibatkan 174 relawan yang menonton berbagai klip film. Temuan menunjukkan adanya hubungan erat antara pemrosesan visual dan sensasi, mengungkap bagaimana kita merasakan rasa sakit meskipun tidak terjadi pada diri kita.

Metode dan Temuan Penelitian

Dalam studi ini, 174 relawan diminta menyaksikan klip-klip dari film terkenal seperti 'Inception' dan 'Home Alone'. Selama pemutaran, aktivitas otak mereka dipindai untuk menganalisis respons terhadap adegan-adegan yang memperlihatkan cedera.

Hasil pemindaian menunjukkan koperasi erat antara sistem visual dan pemrosesan sentuhan. Ketika adegan cedera muncul, bagian otak yang terkait dengan sentuhan tampak teraktivasi, seolah-olah mereka yang mengalami rasa sakit tersebut.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Pengolahan Visual dan Sensasi Tubuh

Lebih jauh, hasil penelitian mengindikasikan bahwa bagian dorsal dari sistem visual mengaitkan area tertentu pada layar dengan bagian tubuh yang terlihat. Misalnya, saat menonton wajah, bagian otak yang merespons gambar wajah menjadi lebih aktif.

Ditemukan juga bahwa bagian ventral dari sistem visual menyesuaikan aktivitasnya dengan bagian tubuh yang diamati. Saat menyaksikan tangan yang terluka, bagian otak yang berhubungan dengan tangan meningkat aktivitasnya, meski posisi gambar di layar bervariasi.

Implikasi dalam Pemahaman Neurologis dan Empati

Menurut Dr. Hedger, keterhubungan antara sistem visual dan sentuhan ini penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Informasi sentuhan membantu otak dalam membangun gambaran ruang, terutama saat berada dalam kondisi gelap.

Temuan ini juga membuka kemungkinan baru untuk mendalami kondisi neurologis seperti autisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan film bisa menjadi metode yang lebih nyaman untuk memahami bagaimana individu dengan sensitivitas tinggi merespons rangsangan.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU