Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengekspresikan ketidakpuasan atas perbandingan antara sistem kecerdasan buatan milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Pernyataan ini disampaikan di acara peresmian alat pemindai terkini dan sistem Trade AI yang diyakini mampu meningkatkan akurasi hingga 90 persen.
Inovasi Alat Pemindai dan Sistem AI Bea Cukai
Acara peresmian yang berlangsung di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Sari, Jakarta Utara, memperkenalkan inovasi alat pemindai peti kemas (X-Ray) serta sistem Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) dan Trade AI.
Menurut Purbaya, teknologi baru ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, mencapai 90 persen, meskipun ia mengakui bahwa tidak mungkin untuk mencapai angka 100 persen.
Purbaya menjelaskan bahwa sistem AI ini dirancang untuk terus belajar dari hasil yang ada, dengan memperbaiki data berdasarkan masukan tambahan yang diperoleh di lapangan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Optimisme Terhadap Penggunaan Teknologi
Dalam keterangan persnya, Purbaya menegaskan bahwa pemanfaatan alat pemindai dan teknologi AI yang canggih dapat memperkuat transparansi dan keamanan arus barang, serta menutup celah kecurangan yang merugikan negara.
Ia optimis bahwa Trade AI dapat membandingkan harga barang ekspor dan impor dengan harga di marketplace, mencegah praktik underinvoicing yang selama ini merugikan.
Purbaya menyatakan, 'Peluangnya untuk setiap pelabuhan yang memakai sistem ini, peluangnya akan semakin kecil impor-ekspor ilegal lagi,' menunjukkan harapannya dalam pemberantasan kegiatan ilegal di pelabuhan.
Investasi untuk Pengembangan Teknologi
Purbaya melaporkan bahwa uji coba alat dan sistem baru ini telah berhasil dilakukan terhadap 145 pemberitahuan impor barang (PIB), dengan hasil yang mencegah kebocoran nilai mencapai Rp1,2 miliar.
Ia menyebutkan bahwa untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem ini di seluruh Indonesia, kementerian memerlukan investasi tambahan sekitar Rp45 miliar.
Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan teknologi yang dapat memperkuat operasi di sektor kepabeanan dan memastikan integritasnya.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: