Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 14:20 WIB

Pernyataan Wakil Gubernur Jabar Terkait Ujaran Kebencian Terhadap Suku Sunda

Author

Pernyataan Wakil Gubernur Jabar Terkait Ujaran Kebencian Terhadap Suku Sunda

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan kekecewaannya atas penghinaan yang dialami Suku Sunda oleh Adimas Firdaus, pemilik akun Instagram Resbob. Ia menegaskan bahwa tindakan ini termasuk bentuk ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Erwan meminta pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan hukum dan mencegah terulangnya kejadian serupa. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani isu SARA yang sensitif di masyarakat.

Reaksi Pemerintah Terhadap Ujaran Kebencian

Dalam pernyataannya, Erwan menyebut, "Ini sudah SARA, saya ingin kepolisian segera menangkapnya. Ini berpotensi memecah belah kesatuan bangsa." Ujaran kebencian yang mengemuka di masyarakat perlu direspons dengan serius oleh pemerintah gagasan ini.

Sebagai ketua suku yang mengalami penghinaan tersebut, Erwan merasa sangat tersakiti. Ia mengimbau agar masyarakat tidak melepaskan kemarahan kepada suku tertentu, melainkan menjaga keharmonisan di tengah perbedaan yang ada.

Lebih lanjut, ia menambahkan, "Saya yang terlahir dari Suku Sunda, sangat terhina dan marah. Tapi kita enggak boleh dendam ke sukunya." Pesan ini menegaskan pentingnya rekonsiliasi dan toleransi meski dalam situasi yang sulit.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Tindakan Hukum Terhadap Pelaku

Sebagai langkah tegas, Adimas Firdaus telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat oleh Viking Persib Club. Kuasa hukum Viking, Ferdy Rizki, menjelaskan bahwa laporan ini didasarkan pada dugaan ujaran kebencian.

Ferdy menyatakan, "Tadi malam alhamdulillah, kami sudah membuat laporan polisi terkait dengan adanya ujaran kebencian yang viral di media sosial." Langkah ini diambil sebagai wujud tanggung jawab hukum terhadap tindakan yang tidak terpuji.

Ketua Viking, Tobias Ginanjar, juga menginstruksikan Ferdy untuk melanjutkan proses hukum demi mengatasi isu ini secara tuntas dan memastikan tidak ada ruang bagi ujaran kebencian.

Dampak Jangka Panjang Ujaran Kebencian

Penghinaan dan ujaran kebencian tidak hanya berdampak bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat luas. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan untuk terus memperjuangkan sikap toleran dan penghormatan terhadap perbedaan.

Dari sisi kepolisian dan instansi terkait, diharapkan ada perhatian lebih terhadap isu-isu sensitif ini. Penegakan hukum yang konsekuen dapat menjadi salah satu solusi untuk menghindari terulangnya insiden serupa di masa depan.

Erwan mencatat betapa pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menanggulangi ujaran kebencian. Dengan cara ini, budaya dan nilai-nilai keindonesiaan dapat terjaga dari berbagai tindakan provokatif.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU