Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 16:04 WIB

Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta: Kematian 22 Orang dan Potensi Bahaya Baterai Litium

Author

Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta: Kematian 22 Orang dan Potensi Bahaya Baterai Litium

Kebakaran yang melanda gedung Terra Drone di Jakarta Pusat menyebabkan 22 orang kehilangan nyawa. Penyebab awal kebakaran diduga berasal dari baterai drone, dengan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh tim laboratorium forensik.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menegaskan pentingnya menemukan sumber api pertama, mengingat potensi ancaman kebakaran yang lebih luas dari kendaraan listrik.

Penyebab Kebakaran dan Penanganannya

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman kebakaran awal dilakukan oleh karyawan perusahaan. Namun, karena asap terus meningkat, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Baterai litium yang digunakan pada berbagai perangkat, termasuk drone dan mobil listrik, telah diketahui berisiko tinggi dalam menyebabkan kebakaran. Kasus serupa di Malaysia tahun lalu menunjukkan bahwa kerusakan pada komponen baterai bisa memicu korsleting berbahaya.

Direktur Jenderal Pemadam Kebakaran Malaysia, Nor Hisham Mohammad, menegaskan, "Hasil investigasi menemukan bahwa kebakaran tersebut tidak disebabkan oleh catu daya, melainkan karena kerusakan yang sudah ada sebelumnya di dalam kapsul baterai."

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Tantangan dalam Memadamkan Kebakaran Baterai Litium

Kebakaran akibat baterai litium tidak dapat dipadamkan menggunakan metode konvensional, seperti air. Ahmad Wildan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan, menyiramkan air justru dapat memperburuk situasi.

"Proses berantai terjadi karena satu sel baterai mengalami thermal runaway, dan tidak akan padam sebelum semua sel di dalam box tersebut habis terbakar," kata Ahmad Wildan.

Untuk memadamkan kebakaran ini, metode khusus diperlukan, seperti fire blanket yang mampu menahan suhu hingga 1.600°C, serta penggunaan cairan HARTINDO AF31 Lithium Fire Killer (LFK).

Pentingnya Persiapan dalam Menghadapi Kebakaran

Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, pemilik perlu lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Willy Hadiwijaya, CEO PT FAST, menyarankan agar pemilik kendaraan listrik dilengkapi dengan alat pemadam api ringan yang tepat.

"APAR berbahan kimia berbasis air dan mengandung Potassium lebih efektif untuk memadamkan api dari baterai litium yang memiliki temperatur lebih dari 1.200 derajat Celsius," tegas Willy.

Kesiapan menghadapi risiko kebakaran adalah langkah penting untuk semua produsen mobil listrik dalam melindungi keselamatan pengguna serta lingkungan.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU