Gus Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di PBNU setelah rapat pleno yang diadakan di Jakarta pada 9 Desember 2025. Dalam pernyataannya, ia menilai bahwa keputusan menunjuk Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum tidak sah.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Ia mempertanyakan keabsahan rapat tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas organisasi. Gus Yahya mengungkapkan bahwa akar rumput Nahdliyin ingin persatuan, tidak ada keinginan untuk berpecah dalam organisasi.
Clarification terhadap Dualisme
Gus Yahya menganggap bahwa isu dualisme kepemimpinan di PBNU tidak berdasar. Ia menyatakan, "Enggak, enggak mungkin ada dua (Ketum), wong tidak mungkin ada dua," mencerminkan komitmennya dalam menjaga keutuhan organisasi.
Lebih lanjut, ia menyoroti proses pengambilan keputusan yang tidak melibatkan semua pihak, menegaskan, "Lha kalau Plenonya enggak sah itu kayak, masa ya bisa dianggap sah gitu lho."
Kekhawatiran terhadap keretakan internal diperkuat oleh pernyataan Gus Yahya yang menegaskan bahwa masyarakat Nahdliyin secara kolektif menginginkan persatuan. "Ah, tidak... sekarang itu sampai ke bawah semuanya orang tidak mau NU pecah, tidak ada," ujarnya.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Hari-Hari Menjelang Muktamar
Menjelang muktamar, Gus Yahya mengungkapkan bahwa banyak kiai dan pengurus cabang NU telah mengirimkan surat pernyataan. "Mereka biasanya enggak jarang-jarang bikin surat saja pada bikin surat sekarang meminta supaya jangan sampai pecah," katanya.
Ia meyakini bahwa tidak ada keinginan untuk berpecah di kalangan Nahdliyin, dengan mengacu pada banyaknya cabang yang telah mengirimkan surat untuk bersatu. "Cabang-cabang juga sudah tidak terhitung pada kirim surat supaya bersatu kembali. Semua enggak ada yang mau pecah. Ya, insyaallah lah ya," tambahnya.
Gus Yahya juga mengomentari isu tambang yang diduga menjadi sumber permasalahan di PBNU. Ia menyebut isu tersebut sebagai bagian dari opini yang tidak berdasar dan menyebutnya 'manuvering'.
Penetapan Pj Ketua Umum PBNU
Pada rapat pleno Syuriyah, KH Zulfa Mustofa ditunjuk sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU untuk menggantikan Gus Yahya. Muhammad Nuh, Rais Syuriah, mengumumkan, "Penetapan Penjabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa, yaitu Bapak KH Zulfa Mustofa."
Mandat tersebut bertujuan untuk menyiapkan pelaksanaan muktamar dan mengembalikan siklus kepemimpinan. Ini penting mengingat muktamar sebelumnya di Lampung pada 2021 harus ditunda karena pandemi Covid-19.
Nuh menekankan, "Muktamar sekarang bukan dipercepat, tetapi dikembalikan ke siklus semula," yang menunjukkan upaya menyelaraskan ritme organisasi dengan kaidah yang ada.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: