KH Zulfa Mustofa resmi dilantik sebagai Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Dalam pernyataannya, Zulfa berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan sebersih-bersihnya dan penuh keadaban sebagai santri.
Komitmen KH Zulfa Mustofa setelah Penetapan
Setelah dilantik, KH Zulfa Mustofa menyatakan, "Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri." Komitmen ini menunjukkan keseriusannya dalam memimpin PBNU di tengah tantangan yang ada.
Zulfa menambahkan bahwa pengurus PBNU di bawah kepemimpinannya akan bertekad lebih solid untuk menjaga persatuan organisasi. "Bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu," ujarnya, menekankan pentingnya kebersamaan dalam organisasi.
Kepemimpinan yang baru ini diharapkan dapat membawa PBNU menjawab tantangan yang ada dan memperkuat pondasi organisasi dalam menghadapi isu-isu aktual.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Konflik Internal di PBNU dan Klaim Ketidakvalidan Rapat Pleno
Sementara itu, Gus Yahya yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, mengklaim bahwa rapat pleno yang menentukannya sebagai Pj Ketum tidak sah. Ia menyatakan, "Ini sendiri kan secara aturan tidak bisa disebut Pleno," menegaskan perlunya keterlibatan jajaran Tanfidziyah dalam proses tersebut.
Gus Yahya menjelaskan bahwa pleno tidak dapat diadakan hanya oleh jajaran Syuriyah secara mandiri, "Yang mengundang hanya Syuriyah, ini ndak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah," ungkapnya dengan tegas.
Ia juga menyampaikan bahwa pleno tersebut tidak sah karena gagal melibatkan dirinya sebagai Ketua Umum yang sah. "Tidak melibatkan saya sebagai Ketua Umum yang sah," jelas Gus Yahya, menambah ketegangan dalam organisasi.
Profil dan Harapan dari Pj Ketum PBNU
KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai sosok yang rendah hati di tengah dunia kepemimpinan PBNU. Dalam pernyataannya, ia mengaku, "Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU," mengakui peran penting para kiai dalam kepemimpinannya.
Setelah terpilih, Zulfa berharap dapat menyelesaikan konflik internal yang mungkin masih ada dalam organisasi besar ini dan terus menerus mendorong kebersamaan di kalangan pengurus dan anggotanya.
Dengan latar belakang sebagai keponakan seorang tokoh besar dalam organisasi dan negara, harapannya adalah menjadikan PBNU sebagai organisasi yang bersatu dan produktif dalam berkontribusi untuk masyarakat.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: