Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 11:17 WIB

Pengaruh Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Imunisasi Anak di Indonesia

Author

Pengaruh Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Imunisasi Anak di Indonesia

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan imunisasi dasar anak. Data terbaru menemukan bahwa 70,7% anak dengan imunisasi lengkap lahir dari ibu yang memiliki pendidikan kuliah.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Sementara itu, angka kelengkapan imunisasi menurun di kalangan ibu dengan jenjang pendidikan lebih rendah. Penelitian menunjukkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya imunisasi meningkat seiring dengan tingginya pendidikan ibu.

Imunisasi Dasar Sebagai Fondasi Kesehatan Anak

Imunisasi dasar sangat penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular. Pengertian imunisasi dan cara implementasinya perlu dijelaskan kepada orang tua, karena pengetahuan yang baik berperan besar dalam pengambilan keputusan pemberian imunisasi.

Menurut Perpres Nomor 60 Tahun 2013, anak usia dini, yaitu yang masih dalam kandungan hingga usia enam tahun, memerlukan imunisasi untuk melindungi sistem imun yang sedang berkembang. Penyakit yang seharusnya dapat dicegah bisa menjadi risiko serius jika imunisasi tidak diberikan.

Lebih dari 63% anak berusia 12-23 bulan di Indonesia telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap, berdasarkan data Susenas Maret 2025. Ini menunjukkan hasil positif, tetapi masih banyak anak yang memerlukan perlindungan lebih.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Hubungan Antara Pendidikan Ibu dan Kelengkapan Imunisasi

BPS mencatat bahwa tingkat kelengkapan imunisasi tertinggi terdapat pada anak yang ibunya lulus dari perguruan tinggi, mencapai 70,56%. Angka ini menurun pada ibu yang tamat SMA menjadi 64,97%, sementara tamat SMP hanya 62,84%, dan di kalangan ibu yang tidak tamat SD, kelengkapannya paling rendah, hanya 47,25%.

Data ini menunjukkan pola yang jelas; semakin tinggi pendidikan ibu, semakin tinggi pula kesadaran dan pemahaman mereka akan pentingnya imunisasi. Ini menjadi indikator penting dalam memperbaiki kesehatan publik di masa mendatang.

Meskipun kondisi ekonomi dapat memengaruhi akses ke layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa pemerintah menyediakan imunisasi dasar gratis di berbagai fasilitas kesehatan. Ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang manfaat imunisasi lebih dominan dibandingkan masalah finansial.

Peran Orang Tua dalam Kesehatan Anak

Imunisasi bukan hanya hak anak tetapi juga merupakan tanggung jawab orang tua. Kesadaran orang tua akan pentingnya imunisasi berpengaruh besar pada kesehatan anak mereka di masa depan.

Penyakit seperti campak, polio, dan hepatitis B tetap menjadi ancaman tanpa perlindungan vaksinasi. Dengan akses layanan kesehatan yang memadai dan pemahaman yang baik, orang tua dapat membantu melindungi anak-anak mereka dari penyakit tersebut.

Penting bagi setiap orang tua untuk mendapatkan informasi yang tepat dan valid mengenai imunisasi agar bisa berkontribusi pada kesehatan anak dan generasi mendatang.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU