Stroke merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 350 ribu orang meninggal setiap tahun karena penyakit ini.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal stroke melalui panduan 'SeGeRa Ke RS' yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan.
Angka Kematian Stroke di Indonesia
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di tanah air.
Setiap tahun, stroke menyebabkan ratusan ribu kematian dan banyak pasien yang selamat hidup dengan kecacatan jangka panjang.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan, 'Stroke itu menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun.'
Angka ini menunjukkan pentingnya upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan stroke.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Beban Kesehatan dan Pentingnya Penanganan Cepat
Dampak stroke tidak hanya terlihat dari angka kematian, tetapi juga dari tingkat kecacatan permanen pada pasien yang selamat.
Dante menekankan bahwa penanganan cepat sangat penting agar pasien bisa pulih secara optimal. 'Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,' jelasnya.
Oleh karena itu, mengenali gejala stroke sedini mungkin menjadi kunci untuk mengurangi risiko tersebut.
Gejala Awal Stroke yang Perlu Diketahui
Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan istilah 'SeGeRa Ke RS' untuk menggambarkan tanda-tanda awal stroke yang harus diwaspadai.
Gejala pertama adalah 'Se' yang berarti senyum tidak simetris, di mana satu sisi wajah tidak bergerak dengan baik.
'Ge' menunjukkan gerakan mendadak melemah, sering menyebabkan pasien sulit bergerak atau merasa lemas.
Gejala lainnya termasuk 'Ra' atau bicara pelo yang mencerminkan kesulitan berbicara, 'Ke' yaitu kebas atau kesemutan, 'R' yakni rabun mendadak, dan 'S' yang menggambarkan sakit kepala hebat.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: