Seorang pria di Singapura, Syafic Omar, didiagnosis mengalami penurunan fungsi ginjal di usia 39 tahun, yang terjadi setelah merasakan sensasi kesemutan di kakinya pada Maret 2025.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Penemuan ini menunjukkan bahwa dia juga mengidap tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, serta mengalami penurunan fungsi ginjal yang masih berada di tahap awal.
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal
Syafic adalah bagian dari lebih dari 500 ribu penduduk Singapura berusia 18 hingga 74 tahun yang hidup dengan penyakit ginjal kronis. Statistik memperlihatkan bahwa lebih dari satu dari tujuh orang dalam kelompok usia tersebut mengalami gangguan fungsi ginjal.
Pada orang berusia 70 tahun ke atas, lebih dari sepertiga di antaranya menghadapi masalah yang sama. Penyakit ginjal kronis, atau CKD, sering disebut sebagai 'silent killer' karena banyak pengidap yang tidak menyadari gejalanya pada tahap awal.
Gejala seperti mudah lelah, bengkak, mual, sesak napas, dan kebingungan sering kali terabaikan. Oleh karena itu, pentingnya deteksi dini tidak bisa dipandang sebelah mata untuk menghindari kerusakan yang lebih serius.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Faktor Risiko Penyakit Ginjal
Hasil pemeriksaan Syafic menunjukkan adanya beberapa faktor risiko, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Pengendalian faktor-faktor tersebut sangat penting untuk mengurangi kemungkinan perkembangan penyakit ginjal.
Menurut dr Jason Choo, Direktur Medik National Kidney Foundation (NKF), ''Kira-kira separuh kasus penyakit ginjal di Singapura dapat dicegah.'' Hal ini menunjukkan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.
Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi faktor risiko utama diabetes dan gagal ginjal. Mencapai dan menjaga berat badan yang sehat merupakan langkah penting dalam mengendalikan diabetes, yang berkontribusi pada perbaikan kesehatan secara keseluruhan.
Tindakan dan Penanganan Penyakit Ginjal
Ketika fungsi ginjal menurun menjadi kurang dari 15 persen dari kapasitas normal, tahap ini dikenal sebagai CKD stadium 5 atau gagal ginjal. Pada tahap ini, pasien memerlukan pemantauan ketat dan kemungkinan akan memerlukan transplantasi ginjal atau dialisis.
Edukasi masyarakat mengenai gejala-gejala awal penyakit ginjal sangat penting untuk mendorong orang mencari pemeriksaan kesehatan lebih awal. Ini dapat membantu mengurangi angka kejadian penyakit ginjal di usia yang lebih muda.
Dengan perhatian dan pengendalian faktor risiko yang tepat, masyarakat dapat terhindar dari dampak buruk yang ditimbulkan oleh penyakit ginjal.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: