Banjir lahar yang disebabkan erupsi Gunung Semeru baru-baru ini menggenangi 15 rumah di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Ketinggian material lahar bahkan mencapai 4 meter, meninggalkan hanya genting rumah yang terlihat di antara tumpukan pasir.
Dampak Banjir Lahar terhadap Permukiman
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, banjir lahar telah merusak permukiman secara signifikan. 'Banjir lahar yang meluap mengakibatkan 15 rumah warga di Dusun Sumber Langsep terdampak,' ujarnya.
Bukan hanya rumah yang terdampak; sebuah masjid di dusun tersebut juga tertimbun oleh material lahar. Sebagai langkah pencegahan, evakuasi warga dilaksanakan di kawasan yang berpotensi terkena dampak lebih lanjut.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Penyebab dan Perkembangan Terakhir
Hujan deras yang berlangsung sejak Sabtu pagi meningkatkan aliran banjir lahar menuju daerah pemukiman. Pemantauan menunjukkan material lahar mengalir melalui beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk Sungai Regoyo di Desa Jugosari.
Debit air yang tinggi membuat sungai tidak mampu menampung aliran, yang kemudian menyebabkan luapan. Ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga di daerah rawan akan kemungkinan banjir susulan.
Tindakan Penanganan dan Rencana Ke depan
Petugas BPBD sedang memantau kondisi terkini di lapangan dan bersiap memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Isnugroho mengatakan, 'Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya.'
Pemerintah daerah juga merencanakan evaluasi menyeluruh terhadap potensi dampak yang lebih luas untuk mencegah kemungkinan terulangnya bencana serupa di masa depan.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: