Sundar Pichai, CEO Google, memperingatkan bahwa pesatnya perkembangan dan investasi dalam kecerdasan buatan (AI) dapat membawa risiko besar bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dalam wawancara dengan BBC, Pichai menegaskan bahwa tidak ada satu perusahaan pun, termasuk Google, yang sepenuhnya aman dari risiko pecahnya gelembung AI.
Pertumbuhan Cepat Industri Kecerdasan Buatan
Industri kecerdasan buatan saat ini sedang mengalami fase pertumbuhan yang sangat cepat, di mana banyak perusahaan teknologi berlomba untuk mengadopsi teknologi ini.
Dengan catatan investasi yang melimpah, muncul kekhawatiran bahwa adopsi AI secara masif bisa menciptakan gelembung yang rentan untuk pecah.
Istilah 'AI bubble' digunakan untuk menggambarkan keadaan di mana perusahaan berlari-lari untuk menggunakan AI tanpa jaminan bahwa keuntungan yang diperoleh akan sebanding dengan modal yang dikeluarkan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Risiko Pecahnya Gelembung AI
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar menunjukkan gejolak ketika dua investor besar, Peter Thiel dan SoftBank, menjual seluruh saham Nvidia mereka, yang menjadi sinyal kuat akan potensi pecahnya gelembung AI.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian di kalangan investor, mengingat Nvidia telah berperan sebagai indikator utama dalam perkembangan kecerdasan buatan.
Pichai menyatakan, 'Tidak ada perusahaan yang akan sepenuhnya aman, termasuk kami,' menekankan pentingnya pemantauan terhadap dinamika investasi di sektor ini.
Komitmen dan Harapan Google di Tengah Tantangan
Google berencana meningkatkan investasi dalam pengembangan AI, dengan komitmen sebesar 5 miliar poundsterling untuk penelitian dan infrastruktur di Inggris.
Pichai tetap optimis meski terdapat elemen-elemen irasional di pasar, mengindikasikan bahwa Google memiliki strategi untuk menghadapi potensi risiko yang muncul dari gelembung AI.
Ia bahkan menambahkan keyakinan bahwa saham Alphabet, induk perusahaan Google, akan terus meningkat meskipun lingkungan pasar terlihat penuh tantangan saat ini.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: