Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 15:30 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan Klarifikasi Terkait Isu Kepemilikan Toba Pulp Lestari

Author

Luhut Binsar Pandjaitan Klarifikasi Terkait Isu Kepemilikan Toba Pulp Lestari

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan penjelasan tegas mengenai tuduhan kepemilikan PT Toba Pulp Lestari di tengah isu lingkungan yang melanda Pulau Sumatra.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Melalui juru bicaranya, Luhut menegaskan bahwa ia tidak memiliki keterkaitan dengan perusahaan yang kini tengah diperiksa terkait dampak ekologinya.

Pernyataan Resmi Luhut

Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, menyebutkan, "Informasi tersebut adalah tidak benar. Pak Luhut tidak memiliki, tidak terafiliasi, dan tidak terlibat dalam bentuk apa pun-baik secara langsung maupun tidak langsung-dengan Toba Pulp Lestari."

Keberatan ini datang setelah informasi yang beredar mengenai kepemilikan Luhut atas perusahaan tersebut. Jodi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan klaim yang tidak terverifikasi.

Luhut dikenal konsisten dalam mematuhi ketentuan perundang-undangan terkait transparansi dan etika pemerintahan. Dalam konteks ini, penegasan mengenai tidak terlibatnya dia dalam TPL menjadi sangat penting.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Rekomendasi Penutupan Operasional TPL

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, pada 24 November telah merekomendasikan penutupan operasional PT Toba Pulp Lestari. Hal ini terjadi akibat konflik agraria berkepanjangan antara perusahaan dan masyarakat adat di Buntu Panaturan.

Bobby mengungkapkan bahwa surat resmi mengenai rekomendasi ini akan segera dikirimkan, karena operasional TPL berpengaruh pada 12 kabupaten di wilayah Sumatera Utara.

Ketegangan yang terjadi juga tidak terlepas dari dugaan keterlibatan perusahaan dalam bencana banjir yang mengakibatkan banyak korban jiwa di Sumatra, menambah urgensi dalam mengatasi isu ini.

Tanggapan TPL Terhadap Tuduhan

PT Toba Pulp Lestari juga memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan tersebut. Corporate Secretary TPL, Anwar Lawden, menyatakan, "Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi."

Anwar menjelaskan bahwa seluruh kegiatan Hutan Tanaman Industri (HTI) sudah melalui penilaian High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS), guna memastikan bahwa prinsip Pengelolaan Hutan Lestari diterapkan.

TPL pun tetap membuka ruang untuk dialog konstruktif dalam memastikan keberlanjutan yang adil dan bertanggung jawab terkait pengelolaan sumber daya alam.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU