Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 14:15 WIB

Fenomena Urban Heat Island di Indonesia: Peningkatan Suhu dan Dampaknya

Author

Fenomena Urban Heat Island di Indonesia: Peningkatan Suhu dan Dampaknya

Fenomena Urban Heat Island (UHI) semakin menjadi perhatian di berbagai kota besar di Indonesia, di mana suhu di zona urban lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Peningkatan suhu ini disebabkan oleh beragam faktor, termasuk pengurangan lahan hijau dan penggunaan material bangunan yang tidak ramah lingkungan.

Apa itu Urban Heat Island?

Urban Heat Island (UHI) merupakan fenomena di mana suhu di kawasan perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan sekitarnya. Hal ini terjadi akibat aktivitas manusia dan modifikasi lingkungan.

Faktor utama penyebab UHI adalah penggundulan lahan serta penggantian ruang terbuka hijau dengan bangunan. Tanah yang tertutup beton dan aspal cenderung menyerap lebih banyak panas dibandingkan tanah yang dikelilingi vegetasi.

Emisi panas dari berbagai sumber seperti kendaraan dan pabrik juga menjadi penyumbang signifikan terhadap peningkatan temperatur. Dilema ini muncul ketika kota terus berkembang tetapi lingkungan alami mengalami kerusakan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Dampak Urban Heat Island

Dampak dari fenomena UHI cukup luas, salah satunya adalah meningkatnya penggunaan energi untuk pendinginan. Warga lebih banyak mengandalkan AC dan kipas angin, yang berujung pada tagihan listrik yang meningkat.

Selain itu, suhu yang lebih tinggi juga berisiko membawa dampak kesehatan yang serius. Kondisi cuaca ekstrem dan suhu panas dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti dehidrasi dan heat stroke.

Lingkungan hidup juga terdampak, dengan spesies tanaman dan hewan tertentu berisiko punah dari area yang terkena UHI. Hal ini berkontribusi terhadap berkurangnya keanekaragaman hayati.

Solusi untuk Mengurangi UHI

Pengembangan ruang terbuka hijau menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengurangi efek UHI. Tanaman dan pohon mampu menurunkan suhu melalui naungan dan peningkatan evapotranspirasi.

Penggunaan material bangunan yang lebih reflektif juga menjadi penting. Pemilihan atap dan jalan dengan cat warna cerah dapat memantulkan sinar matahari, mengurangi suhu yang diserap.

Pendidikan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan juga sangat krusial. Kesadaran dapat mendorong masyarakat untuk aktif dalam usaha konservasi ruang terbuka hijau.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU