Seorang pria berusia 60 tahun di Berlin, Jerman, telah dinyatakan sebagai orang ke-7 di dunia yang sembuh dari HIV setelah menjalani transplantasi sel punca.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Pengumuman ini bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia dan dipublikasikan di jurnal Nature, menandai kemajuan yang signifikan dalam penelitian HIV.
Detail Kesembuhan Pasien B2
Pasien B2, yang didiagnosis HIV pada tahun 2009, mulai menjalani pengobatan leukemia myeloid akut (LMA) pada tahun 2015. Setelah menjalani transplantasi sel punca, ia menghentikan pengobatan antiretroviral dan enam tahun kemudian tidak terdeteksi adanya virus HIV dalam tubuhnya.
Prosedur transplantasi sel punca umumnya ditujukan untuk pengobatan kanker, bukan HIV. Hasil ini menunjukkan bahwa transplantasi tersebut bisa menghapus jejak virus dari tubuh, memberikan harapan baru bagi banyak orang.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Profil Pendonor dan Mutasi Gen
Keunikan kasus B2 terletak pada profil pendonor, yang hanya memiliki satu salinan mutasi gen CCR5 Δ32, berbeda dengan enam pasien sebelumnya yang memiliki dua salinan. Meskipun satu salinan dianggap tidak cukup untuk perlindungan penuh, temuan ini menunjukkan adanya potensi baru dalam pengobatan.
Saat ini, jumlah orang dengan satu salinan mutasi jauh lebih banyak dibandingkan yang memiliki dua salinan. Ini menunjukkan bahwa pendekatan yang sama mungkin dapat diterapkan pada lebih banyak pasien di masa depan, membuka kemungkinan penyelamatan lebih banyak jiwa.
Implicasi dan Tantangan di Masa Depan
Walaupun transplantasi sel punca menunjukkan hasil yang menjanjikan, prosedur ini bukan solusi yang praktis untuk banyak pasien HIV, mengingat risiko dan biayanya yang tinggi. Umumnya, prosedur ini diperuntukkan bagi pasien kanker yang membutuhkan pengobatan khusus.
Para ahli mengingatkan bahwa terapi antiretroviral tetap menjadi pilihan pengobatan yang paling aman dan efektif bagi orang dengan HIV-AIDS. Meskipun penemuan ini adalah langkah positif dalam penelitian HIV, masih diperlukan jalan yang panjang untuk mencapai pengobatan yang dapat diakses secara luas.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: