Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 19:18 WIB

Peringatan Polusi Udara di Thailand: Traveler Harus Bawa Masker

Author

Peringatan Polusi Udara di Thailand: Traveler Harus Bawa Masker

Traveler yang berencana ke Thailand disarankan untuk membawa masker sebagai langkah pencegahan terhadap polusi udara yang memburuk.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Peringatan ini muncul setelah Badan Pengembangan Teknologi Geoinformatika dan Antariksa (GISTDA) Thailand mengeluarkan informasi terkait meningkatnya kadar partikel PM2,5 di beberapa wilayah.

Meningkatnya Kadar PM2,5 di Thailand

Aplikasi Check Foon mencatat lonjakan signifikan dalam kadar PM2,5 pada Senin, 1 Desember 2025. Partikel halus ini, lebih kecil dari 2,5 mikrometer, dihasilkan dari asap kendaraan, emisi industri, kebakaran hutan, atau debu perkotaan.

Paparan PM2,5 yang tinggi bisa masuk ke dalam paru-paru dan aliran darah. Ini berisiko menimbulkan beragam masalah kesehatan termasuk batuk, sesak napas, dan penyakit jantung.

Data terbaru menunjukkan bahwa lima provinsi di Thailand telah masuk dalam zona merah. Ini menandakan tingkat polusi telah melampaui batas aman bagi kesehatan.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Kualitas Udara di Bangkok dan Daerah Lainnya

Kualitas udara di Bangkok saat ini cukup mengkhawatirkan. Dengan konsentrasi PM2,5 mencapai ambang batas merah di 48 distrik, beberapa di antaranya yaitu Nong Khaem dan Bang Bon.

Pusat informasi kualitas udara Administrasi Metropolitan Bangkok mengungkapkan bahwa pada pukul 07.00, konsentrasi PM2,5 di kota ini mencapai 45 µg/m³, yang lebih tinggi dibandingkan standar nasional sebesar 37,5 µg/m³.

Distrik dengan kadar PM2,5 tertinggi antara lain Lat Krabang, Nong Khaem, dan Ratchathewi, dengan masing-masing konsentrasi di atas 52 µg/m³.

Tindakan Pencegahan untuk Masyarakat dan Turis

Pihak berwenang merekomendasikan agar masyarakat dan turis mengenakan masker bersertifikasi PM2,5 saat berada di luar ruangan. Pembatasan aktivitas berat juga disarankan untuk meminimalisir dampak polusi.

Warga diminta untuk memantau gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi mata. Khusus untuk kelompok rentan, penggunaan masker saat di luar rumah sangat dianjurkan.

Penghindaran olahraga berat di luar ruangan serta mengikuti saran medis adalah langkah yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU