Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 13:14 WIB

Merger Mega GoTo dan Grab: Menanti Kejelasan Di Balik Rencana Besar

Author

Merger Mega GoTo dan Grab: Menanti Kejelasan Di Balik Rencana Besar

Kabar mengenai mega-merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan Grab Holdings Ltd semakin mendekati kenyataan. GoTo menegaskan bahwa kesejahteraan mitra pengemudi merupakan prioritas utama yang tak bisa ditawar.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dalam Keterbukaan Informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Sekretaris Perusahaan GoTo, RA Koesoemohadiani, menyampaikan dukungan perusahaan terhadap program-program prioritas Pemerintah Indonesia, meskipun belum ada informasi baru yang material untuk diumumkan.

Komitmen Terhadap Kepentingan Jangka Panjang

Sinyal bahwa diskusi merger ini berada di tingkat serius terlihat dari keterbukaan GoTo terhadap segala diskusi yang mendukung kepentingan jangka panjang. Koesoemohadiani menekankan bahwa GoTo akan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Sebagai perusahaan Indonesia, Perseroan secara konsisten selalu mendukung prioritas Pemerintah dan akan terus melakukan hal tersebut," kata Koesoemohadiani. Hal ini menunjukkan kesiapan GoTo untuk menjalani proses merger dengan tingkat transparansi yang tinggi.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Restu Istana dan Keterlibatan BPI Danantara

Rencana penggabungan super app ini telah menerima konfirmasi dari Mensesneg Prasetyo Hadi, yang menyatakan bahwa rencana tersebut telah dibahas sebelumnya. "Iya, rencananya memang begitu," ungkap Prasetyo.

Prasetyo menunjukkan bahwa meskipun skema final merger masih dalam tahap penggodokan, keterlibatan BPI Danantara menegaskan niat pemerintah untuk memastikan bahwa proses transisi berjalan lancar. "Kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi," imbuh Prasetyo.

Membahas Kekhawatiran Monopoli dan Tujuan Penggabungan

Menseg menegaskan bahwa penggabungan GoTo dan Grab bertujuan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan. Ia membantah kekhawatiran publik mengenai potensi monopoli pasar dan menekankan bahwa penggabungan ini bertujuan menyokong perekonomian informal Indonesia.

"Tujuannya tuh nggak ada yang lain. Tujuannya untuk semuanya supaya perusahaan ini tetap berjalan," tegasnya. Perlindungan terhadap lapangan kerja dan kesejahteraan mitra pengemudi menjadi faktor pendorong utama dalam proses ini.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU