Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah kini berfokus pada pelestarian lingkungan dalam tata kelola pertambangan nasional.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Penertiban izin usaha pertambangan yang tidak produktif menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelestarian alam.
Tindakan Pencabutan Izin Usaha Pertambangan
Menteri Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah telah mencabut ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bermasalah dan tidak produktif. Hal ini dilakukan untuk menertibkan izin yang tidak memberikan kontribusi signifikan bagi daerah penghasil.
Dia menyoroti bahwa banyak izin pertambangan dimiliki oleh perusahaan yang berlokasi di luar daerah, terutama Jakarta, tanpa dampak positif bagi masyarakat sekitar lokasi tambang.
Sebagai mantan pengusaha dalam bidang ini, Bahlil menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan saat mengeksplorasi sumber daya alam, agar masyarakat turut merasakan manfaatnya.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Kewajiban Menjaga Lingkungan
Bahlil mengingatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan dengan memperhatikan dampak lingkungan yang dihasilkan. "Dalam mengelola pertambangan, kita harus berwawasan lingkungan. Jangan lagi kita meninggalkan sejarah kelam bagi anak cucu kita," ujarnya.
Meskipun penerapan standar kewajiban lingkungan yang ketat mungkin menimbulkan tantangan bagi pelaku usaha, Bahlil menyatakan hal ini penting untuk kelestarian alam.
Dengan pendekatan keberlanjutan, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tidak mengkompromikan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Keadilan Sosial dalam Bisnis Pertambangan
Perbaikan tata kelola juga bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi pengusaha lokal. Bahlil mencatat bahwa mekanisme yang ada seringkali menyulitkan pengusaha daerah dalam mengakses izin legal.
Situasi ini memberi keuntungan bagi pengusaha pusat yang mempunyai jaringan kuat, yang menciptakan ketimpangan ekonomi di daerah yang kaya akan sumber daya alam.
Dia pun mengajak semua pihak untuk menghadapi risiko yang ada demi menjaga lingkungan dan menciptakan keadilan sosial bagi semua pelaku usaha.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: