Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong telah mengonfirmasi bahwa 108 warga negara Indonesia (WNI) berhasil selamat dari kebakaran di Kompleks Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, pekan lalu.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Namun, sebanyak 22 orang WNI masih dinyatakan hilang, dan pihak konsulat telah menyampaikan detail lebih lanjut mengenai situasi ini.
Detail Kebakaran dan Tanggapan KJRI
Kebakaran di Wang Fuk Court telah menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, dan satu orang lainnya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada 2 Desember, KJRI Hong Kong mengungkapkan jumlah 140 WNI yang tinggal di kompleks tersebut, dan segera setelah insiden, mereka membuka posko kedaruratan di gedung konsulat.
Koordinasi dengan otoritas setempat juga dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai nasib WNI yang terdampak.
Tim dari KJRI dikirimkan ke lapangan sejak Kamis (27/11) untuk melakukan identifikasi kepada WNI yang terlibat, serta mendistribusikan makanan dan bantuan logistik seperti sanitary pack.
Fasilitasi Bantuan untuk WNI yang Terdampak
KJRI mendirikan posko kedaruratan di Tai Po Community dengan izin dari pemerintah setempat, bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendistribusikan bantuan sesuai kebutuhan.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dalam situasi darurat, KJRI juga menawarkan bantuan untuk kehilangan dokumen seperti paspor, dengan memfasilitasi penerbitan ulang bagi yang memerlukannya.
"Fasilitasi ini dilakukan dengan mematuhi protokol keselamatan dan hukum yang berlaku di Hong Kong," ungkap perwakilan KJRI.
KJRI Hong Kong terus menjalin komunikasi dengan organisasi masyarakat untuk mendukung pengumpulan informasi mengenai situasi WNI dan PMI yang terpengaruh akibat kebakaran.
Koordinasi untuk Repatriasi dan Perlindungan Hak Korban
Koordinasi antara KJRI dan otoritas Hong Kong terus dilakukan demi memaksimalkan upaya repatriasi jenazah dan perlindungan hak-hak korban.
Pihak KJRI berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik dalam situasi darurat ini, memastikan semua WNI yang terdampak mendapatkan bantuan dengan cepat.
"Kami akan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk membantu WNI di lokasi kejadian dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang tepat," tutup KJRI dalam laporan terbaru mereka.
Informasi lebih lanjut mengenai situasi ini masih terus digali dari berbagai sumber untuk memberi kepastian bagi keluarga dan kerabat.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: