Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera telah menyebabkan kerugian besar. Hingga Senin (1 Desember 2025), tercatat 533 orang meninggal, dengan 504 orang masih dalam pencarian.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti bahwa bencana ini melukai ribuan orang dan mempengaruhi kehidupan sekitar 1,4 juta penduduk di wilayah terdampak.
Dampak Bencana di Tiga Provinsi
Bencana ini mengguncang wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Data terakhir menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal meningkat dari 442 orang pada pagi hari menjadi 533 orang pada sore harinya.
Selain korban jiwa, BNPB juga melaporkan bahwa sekitar 2.500 warga mengalami luka-luka akibat bencana ini. Jumlah pengungsi mencapai 553.900 orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka mencari tempat aman.
Dampak dari bencana ini diperkirakan mempengaruhi 1,4 juta orang, yang tersebar di 48 kabupaten/kota yang terdampak. Kerusakan yang luas ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Kerusakan Infrastruktur
Total 3.300 unit rumah mengalami kerusakan berat dan lebih dari 20.700 unit lainnya mengalami kerusakan ringan. Rasio kerusakan infrastruktur ini menunjukkan dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana.
BNPB juga melaporkan kerusakan fasilitas pendukung lainnya, menyebutkan 204 unit fasilitas pendidikan rusak dan 270 unit jembatan mengalami kerusakan. Hal ini akan berimplikasi pada proses belajar mengajar dan mobilitas masyarakat.
Oleh karena itu, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas yang mendesak bagi pihak berwenang dan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana.
Upaya Penanggulangan dan Pencarian Korban
Hingga saat ini, berbagai pihak terlibat dalam pencarian korban yang hilang. Relawan dan tim SAR bergerak cepat untuk menemukan mereka yang belum ditemukan.
BNPB menegaskan bahwa penanganan darurat akan berlanjut sampai semua aspek penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara efektif. Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan.
Pemerintah telah melakukan koordinasi untuk mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi, menunjukkan pentingnya gotong royong menghadapi bencana alam ini.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: