Senin, 01 DESEMBER 2025 • 14:05 WIB

Penjelasan BNPB Terkait Insiden Video Viral di Sibolga

Author

Penjelasan BNPB Terkait Insiden Video Viral di Sibolga

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan kejadian penjarahan minimarket di Sibolga, Sumatera Utara, yang banyak diperbincangkan di media sosial. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah penjarahan yang merusak, melainkan pengambilan bahan makanan oleh warga akibat keadaan darurat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Suharyanto menyebutkan bahwa langkah tersebut diambil untuk mengatasi kekhawatiran terkait ketersediaan makanan di daerah yang terkena dampak, dan BNPB telah memberikan klarifikasi melalui akun media sosial resmi mereka.

Klarifikasi Insiden di Sibolga

Letjen TNI Suharyanto menanggapi video yang viral di media sosial dan menyatakan bahwa insiden tersebut bukan tindakan kriminal. 'Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga, adanya upaya mengambil logistik,' ujarnya.

Menurut Suharyanto, apa yang terjadi adalah pengambilan bahan makanan oleh warga yang khawatir akan ketersediaan makanan. 'Jadi tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan lain sebagainya tidak, dia menjarah bahan makanan,' tambahnya.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Reaksi dan Penanganan BNPB

Suharyanto menekankan bahwa pihaknya telah memberikan penjelasan lebih lanjut melalui akun media sosial resmi BNPB. Dengan demikian, ia berharap masyarakat tidak salah paham mengenai situasi yang terjadi.

'Kami juga sudah memberikan penjelasan secara langsung. Mungkin bapak ibu kalau buka TikTok ada itu saya yang berbicara masalah penjarahan di supermarket,' jelas Suharyanto.

Dia juga mencatat bahwa ada banyak komentar negatif mengenai penanganan yang dilakukan. 'Sebagian kalau di situ yang suka 10 ribu yang 5.000 menghujat, jadi menghujat kami dan penanganan,' ungkapnya.

Optimisme BNPB dan Dukungan dari Masyarakat

Meski banyak kritik yang diterima, Suharyanto menyatakan bahwa ada dukungan dari masyarakat yang menyadari keadaan darurat tersebut. 'Tapi kami masih optimis karena yang mendukung masih banyak daripada memberikan koreksi yang negatif,' katanya.

BNPB berkomitmen untuk terus memaksimalkan penanganan bencana yang melanda, termasuk situasi banjir yang terjadi di daerah tersebut.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU