Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 23:01 WIB

Waspada Penipuan: Lima Modus Penipuan Belanja Online yang Harus Diketahui

Author

Waspada Penipuan: Lima Modus Penipuan Belanja Online yang Harus Diketahui

Belanja online memang praktis, tetapi ada sisi gelap yang perlu diwaspadai. Risiko penipuan semakin meningkat dengan berbagai modus yang digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk menipu konsumen yang tidak waspada.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

1. Penipuan Pseudo-Situs

Modus pertama yang perlu diwaspadai adalah penipuan melalui situs palsu. Penipu seringkali membuat situs web yang mirip dengan situs resmi tetapi dengan URL yang sedikit berbeda.

Ketika konsumen melakukan transaksi di situs ini, mereka akan memasukkan data pribadi dan informasi pembayaran yang kemudian dapat disalahgunakan oleh penipu.

2. Iklan dengan Harga yang Terlalu Murah

Iklan yang menawarkan barang dengan harga jauh lebih murah sering kali menjadi indikasi penipuan. Penjual memanfaatkan strategi ini untuk menarik perhatian calon pembeli.

Setelah melakukan pembayaran, banyak konsumen yang mendapati barang yang diterima sangat berbeda dari yang dijanjikan, atau bahkan barang tidak pernah sampai.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

3. Penipuan Melalui Media Sosial

Media sosial juga sering digunakan sebagai platform untuk penipuan, di mana pelaku menyebarkan iklan barang murah. Banyak konsumen yang terjebak karena kurangnya informasi mengenai reputasi penjual.

Sangat penting untuk memeriksa reputasi penjual sebelum melakukan transaksi, dengan cara mencari ulasan atau testimoni dari pembeli sebelumnya.

4. Penawaran Barang Langka

Modus penipuan lainnya adalah penawaran barang yang jarang atau tidak umum. Penipu sering menciptakan rasa urgensi kepada konsumen untuk segera bertransaksi.

Istilah seperti 'stok terbatas' atau 'hanya hari ini' biasanya digunakan untuk menekan pembeli agar cepat mengambil keputusan.

5. Penipuan dengan Metode Pembayaran Tidak Aman

Metode pembayaran yang tidak aman, seperti transfer bank ke rekening pribadi tanpa menggunakan sistem escrow, adalah sinyal bahaya lainnya. Penipu jarang mengirim barang sebelum menerima pembayaran.

Penggunaan metode pembayaran yang terpercaya sangat penting agar konsumen bisa mendapatkan kembali uangnya jika menjadi korban penipuan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU