Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 21:20 WIB

Risiko Tersembunyi dari Bahan Pengganti BPA dalam Kemasan Makanan

Author

Risiko Tersembunyi dari Bahan Pengganti BPA dalam Kemasan Makanan

Studi terbaru menyoroti risiko kesehatan yang terkait dengan bahan pengganti BPA dalam kemasan makanan. Penelitian dari Universitas McGill, Kanada, menunjukkan bahwa senyawa alternatif BPA bisa berpengaruh buruk pada sel ovarium manusia.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa banyak bahan pengganti belum diatur dengan ketat dan dapat meningkatkan risiko kesehatan. Ini menjadi peringatan bagi konsumen tentang penggunaan 'BPA-free' yang sering dianggap aman.

Risiko Bahan Pengganti BPA

Dalam penelitian ini, berbagai bahan kimia seperti TGSA, D-8, PF-201, dan BPS diuji pada sel ovarium manusia yang dibudidayakan di laboratorium. Beberapa senyawa tersebut terbukti dapat meningkatkan akumulasi lemak di dalam sel dan mengubah ekspresi gen yang berperan dalam pertumbuhan sel dan perbaikan DNA.

Walaupun penelitian ini tidak langsung menunjukkan bahwa senyawa tersebut berbahaya bagi manusia, perubahan yang terjadi pada tingkat seluler adalah sinyal awal risiko kesehatan. Hal ini menekankan pentingnya melakukan penelitian lebih lanjut mengenai efek jangka panjang dari senyawa-senyawa ini.

Label 'BPA-free' sering dianggap sebagai jaminan keselamatan, namun penelitian ini menunjukkan bahwa menggantikan BPA dengan senyawa lain bisa jadi hanya memindahkan masalah. Dengan lebih dari 200 jenis bisfenol yang ada, konsumen mengalami kesulitan dalam menentukan mana yang benar-benar aman.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Paparan Melalui Kemasan

Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya bahwa bahan kimia dari stiker harga dapat merembes melalui plastik dan mencemari makanan. Ketidakpastian mengenai jalur paparan ini menunjukkan bahwa banyak konsumen mungkin sudah terpapar bahan kimia tanpa mereka sadari.

Health Canada telah mencantumkan senyawa TGSA, D-8, PF-201, dan BPS ke dalam daftar bahan kimia yang perlu penyelidikan lebih lanjut. Ini menunjukkan bahwa ada kesadaran mengenai potensi risiko yang perlu diperhatikan oleh regulator dan peneliti.

Para ahli memberikan rekomendasi praktis untuk mengurangi risiko paparan, seperti melepaskan stiker dan kemasan plastik sebelum menyimpan makanan. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi akumulasi bahan kimia yang mungkin berbahaya.

Tantangan Regulasi dan Kesadaran Konsumen

Salah satu tantangan utama dalam penggunaan pengganti BPA adalah kurangnya regulasi ketat terhadap bahan kimia baru. Ketidakpastian terkait efek jangka panjang bagi kesehatan manusia memacu kekhawatiran, terutama bagi konsumen yang mungkin tidak mendapatkan informasi yang cukup.

Studi ini menekankan perlunya adanya definisi dan pengujian standar untuk bahan-bahan yang dianggap aman dalam kemasan makanan. Tanpa langkah-langkah ini, masyarakat berisiko terhadap paparan bahan kimia berbahaya.

Kesadaran konsumen menjadi hal yang sangat penting. Informasi yang baik memungkinkan masyarakat untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana tentang produk yang mereka gunakan dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU