Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 14:56 WIB

Dua WNI Tewas dalam Kebakaran Besar di Hong Kong

Author

Dua WNI Tewas dalam Kebakaran Besar di Hong Kong

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa dua Warga Negara Indonesia tewas akibat kebakaran hebat di Wang Fuk Court, Hong Kong pada Rabu lalu.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Insiden tragis ini menewaskan 36 orang dan menyebabkan sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka serta hilang.

Situasi Kebakaran di Wang Fuk Court

Kebakaran yang melanda Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, memicu kekhawatiran atas keselamatan penghuni. Laporan dari kepolisian setempat menyebutkan bahwa 36 orang dilaporkan tewas, termasuk satu petugas pemadam kebakaran.

Sementara itu, sebanyak 279 orang lainnya dilaporkan hilang dan 29 orang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, dengan tujuh di antara mereka dalam kondisi kritis. Kebakaran ini merupakan salah satu peristiwa tragis yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut.

Hingga saat ini, tujuh blok apartemen diketahui terdampak, dengan kerusakan yang bervariasi. Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, menjelaskan bahwa tiga blok tampak gelap dari luar akibat parahnya kebakaran.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Tindakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong tengah berupaya memberi dukungan bagi WNI yang terdampak. Menurut Kemlu RI, semua korban, baik tewas maupun terluka, adalah Pekerja Migran Indonesia di sektor domestik.

KJRI Hong Kong telah menyediakan tempat singgah sementara di gedung konsulat serta logistik bagi WNI yang terpengaruh. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk penanganan lebih lanjut.

Kemlu RI telah berkomunikasi dengan keluarga korban untuk menyampaikan rasa duka citanya serta memberi informasi terkait proses penanganan selanjutnya.

Upaya Penanganan dan Reaksi Publik

KJRI terus berkoordinasi dengan agen penyalur ketenagakerjaan untuk pengurusan repatriasi jenazah dan pemenuhan hak-hak para korban. Situasi ini menjadi perhatian besar di kalangan keluarga dan masyarakat di Indonesia.

Lebih dari 140 mobil pemadam dan 800 petugas pemadam serta paramedis dikerahkan untuk menangani kebakaran. Penggunaan drone untuk pemantauan juga dilakukan agar situasi dapat dikontrol lebih efektif.

Kebakaran ini mendapat reaksi luas dari berbagai pihak, termasuk media lokal yang melaporkan dampak mendalam dari kejadian ini terhadap populasi pekerja migran di Hong Kong.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU