Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 14:29 WIB

Fenomena Ghosting: Kenali Penyebab dan Dampaknya di Dunia Hubungan Modern

Author

Fenomena Ghosting: Kenali Penyebab dan Dampaknya di Dunia Hubungan Modern

Ghosting telah menjadi fenomena yang semakin umum dalam dunia dating dan hubungan, terutama di kalangan anak muda. Praktik ini merujuk pada tindakan seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan, meninggalkan lawan bicaranya dalam kebingungan.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Dengan meningkatnya penggunaan aplikasi kencan dan interaksi daring, ghosting tampak menjadi solusi bagi mereka yang enggan berurusan dengan ketidaknyamanan perpisahan. Namun, apa yang sebenarnya menyebabkan tingginya angka ghosting di masyarakat saat ini?

Apa Itu Ghosting?

Ghosting adalah istilah yang merujuk pada tindakan menghilangnya seseorang dari sebuah hubungan tanpa penjelasan. Dalam konteks hubungan romantis, ini terjadi ketika salah satu pihak secara mendadak memutus komunikasi dan mengabaikan pesan dari lawan bicaranya.

Di era digital saat ini, fenomena ini semakin mudah dilakukan, terutama di platform media sosial dan aplikasi kencan. Dari sekadar tidak membalas pesan hingga menghapus akun, tindakan ini membuat seseorang merasa ditinggalkan tanpa pemahaman yang jelas.

Dampak psikologis dari ghosting juga sangat signifikan. Banyak orang merasa terluka dan bingung ketika ditinggal tanpa penjelasan, seolah-olah mereka tidak memiliki nilai atau pentingnya dalam hidup orang yang menghilang.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Mengapa Ghosting Menjadi Normal?

Ada beberapa alasan mengapa ghosting semakin diterima dalam masyarakat. Pertama, kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi; komunikasi dapat dilakukan tanpa tatap muka, mengurangi rasa tanggung jawab atas tindakan sendiri.

Kedua, ketakutan akan konfrontasi menjadi penyebab lain. Banyak orang merasa lebih nyaman menghilang daripada harus menjelaskan perasaan mereka dan risiko menyampaikan informasi yang menyakitkan.

Terdapat pula anggapan bahwa ghosting adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan memberikan jawaban yang menyakitkan. Hal ini membuat orang merasa jika mereka sedang melakukan kebaikan dengan menghindari percakapan yang bisa berujung pada drama.

Dampak dari Ghosting

Dampak ghosting umumnya dirasakan langsung oleh pihak yang ditinggalkan. Mereka sering merasa tersisih dan berusaha mencari tahu kesalahan mereka, padahal sering kali keputusan tersebut adalah sepihak tanpa penjelasan.

Ketidakpastian yang ditinggalkan dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti meningkatnya kecemasan dan perasaan rendah diri. Banyak yang merasa dirugikan dan mempertanyakan nilai diri mereka setelah mengalami tindakan ini.

Dalam jangka panjang, ghosting dapat memengaruhi cara pandang dan kepercayaan seseorang terhadap hubungan. Mereka bisa menjadi lebih skeptis dan mengalami kesulitan dalam mempercayai orang lain di masa depan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU