Misi penjelajahan Mars oleh NASA, Perseverance, baru-baru ini mengungkap penemuan menarik mengenai batuan yang tidak berasal dari Planet Merah, yang dinamakan Phippsaksla.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Penemuan ini terjadi di Kawah Jezero saat rover tersebut menyelidiki area Vernodden, menunjukkan adanya elemen yang biasanya ditemukan di inti Bumi.
Deskripsi Penemuan Batuan Phippsaksla
Batuan Phippsaksla ditemukan dengan diameter sekitar 78 cm dan mencolok di antara batuan lain di Kawah Jezero.
Menurut Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, melalui sebuah unggahan di blognya, batu ini kemungkinan batuan meteorit yang mengandung elemen mirip besi-nikel.
Analisis awal menunjukkan bahwa jenis batuan ini sering ditemukan pada inti asteroid besar dan memiliki kesamaan dalam komposisi dengan inti planet Bumi.
Batu ini menjadi fokus utama penelitian karena bentuknya yang unik dan keberadaannya yang tidak biasa di permukaan Mars.
Metode Analisis dan Verifikasi Penemuan
Untuk memverifikasi penemuan ini, Perseverance menggunakan instrumen SuperCam, yang dapat mengkaji batuan dan tanah menggunakan teknologi kamera, laser, serta spektrometer.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dengan SuperCam, tim ilmuwan dapat mengukur sifat cahaya yang dipantulkan untuk menentukan komposisi kimia dari batuan tersebut.
Meski tidak baru dalam eksplorasi Mars, penemuan meteorit ini cukup penting bagi pencapaian misi Perseverance.
NASA menyatakan bahwa delapan batuan serupa pernah ditemukan sebelumnya, tetapi lokasi pendaratan kini memberikan konteks baru pada studi meteorit di Mars.
Signifikansi Penemuan dan Penelitian Lanjutan
Walaupun perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan identifikasi Phippsaksla sebagai meteorit, penemuan ini menandai langkah penting dalam sejarah eksplorasi Mars.
Sejak awal, Perseverance telah ditugasi untuk mencari bahan kimia berkaitan dengan kehidupan masa lalu di Mars dan misi penelitiannya yang lebih luas.
NASA mencatat bahwa sebelumnya telah ditemukan tanda-tanda kehidupan di sampel batuan dasar sungai kuno di lokasi yang sama, menambah nilai penelitian di Kawah Jezero.
Konfirmasi lebih lanjut mengenai sifat sebenarnya dari Phippsaksla diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang sejarah dan geologi Planet Merah.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: