Pakar telematika Roy Suryo mengungkapkan kesediannya untuk menghentikan pembahasan mengenai ijazah mantan Presiden Joko Widodo jika diminta oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Namun, Roy menegaskan bahwa pembahasan mengenai ijazah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tetap akan dilanjutkan.
Pernyataan Roy Suryo di Program Rakyat Bersuara
Roy Suryo mengungkapkan kesediaannya untuk tidak membahas lagi isu ijazah Jokowi jika Presiden Prabowo meminta hal tersebut. Ia menilai perintah dari Presiden adalah hal yang wajib dihormati.
Namun, ia menekankan bahwa isu ijazah Gibran tidak akan mendapatkan perlakuan yang sama. "Soal ijazahnya Jokowi mungkin saja (tidak saya bahas lagi), tapi ijazahnya anaknya belum tentu," tegas Roy.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Tuduhan dan Kejanggalan pada Riwayat Pendidikan Gibran
Roy tidak berhenti pada isu ijazah Jokowi, ia juga menyoroti masalah riwayat pendidikan Gibran. Ia mengklaim bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA sederajat yang sah.
Klaim tersebut muncul dalam konteks lebih luas mengenai integritas pendidikan bagi para pejabat publik. Roy berpendapat bahwa transparansi dalam riwayat akademik sangat penting untuk memastikan kredibilitas para pemimpin.
Pandangan Mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun
Komentar juga datang dari mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun mengenai isu ini. Ia mengatakan bahwa meskipun ada kemungkinan menghentikan isu ijazah Jokowi, hal itu tidak menjamin bahwa masalah tersebut akan sepenuhnya tuntas.
"Belum tentu selesai (isu ijazah Jokowi), tapi reda," kata Gayus sambil menekankan bahwa tindakan konkret harus mengikuti keputusan Prabowo untuk memberikan abolisi kepada Roy Suryo Cs.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: