Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 14:48 WIB

Uji Kompetensi Orang Tua di Denmark: Dampak pada Keluarga Greenland

Author

Uji Kompetensi Orang Tua di Denmark: Dampak pada Keluarga Greenland

Di Denmark, uji kompetensi orang tua kini menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh semua orang tua, dan ini memiliki konsekuensi besar untuk anak-anak mereka.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Orang tua dari Greenland, dalam hal ini, menghadapi tantangan serius mengingat risiko anak-anak mereka diambil paksa oleh Dinas Sosial jika dinyatakan tidak layak.

Penerapan Uji Kompetensi Orang Tua

Uji kompetensi orang tua, yang dikenal dengan sebutan FKUs, dilaksanakan oleh pemerintah Denmark untuk mengevaluasi kelayakan orang tua dalam membesarkan anak. Ujian ini mencakup serangkaian tes psikologis dan wawancara yang didesain untuk mendeteksi potensi penelantaran atau kekerasan terhadap anak.

Rangkaian tes ini mencakup wawancara dengan orang tua dan anak, diikuti oleh berbagai tes kognitif. Pendukung uji kompetensi ini berargumen bahwa metode tersebut memberikan penilaian yang lebih objektif daripada bukti yang sering kali bersifat anekdotal dari pekerja sosial.

Namun, tak sedikit kritik yang muncul, dengan banyak yang merasa hasil dari tes ini tidak merefleksikan kemampuan nyata seseorang sebagai orang tua.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Dampak Terhadap Orang Tua Greenland

Statistik menunjukkan bahwa orang tua Greenland memiliki kemungkinan 5,6 kali lebih besar untuk mengalami pengambilan anak paksa dibandingkan orang tua di Denmark. Proses ini biasanya panjang dan rumit, membuat banyak orang tua merasa tertekan dan putus asa ketika hasil tes mereka dinyatakan tidak layak.

Keira, seorang ibu asal Greenland, mengalami hal yang sangat menyakitkan ketika bayinya yang baru lahir terpisah darinya hanya dua jam setelah kelahiran. Ia menjelaskan, "Kehilangan anak saya dalam waktu secepat itu adalah hal terburuk yang pernah saya alami."

Penelitian mengindikasikan bahwa hasil tes ini sering kali tidak memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan mendidik para orang tua, sementara keputusan yang diambil berdasarkan hasil tersebut sering kali bersifat permanen, merusak ikatan keluarga yang ada.

Proses Tinjauan dan Pembaruan Kebijakan

Pemerintah Denmark mengakui adanya kritik terhadap penerapan FKUs. Namun, mereka menyatakan bahwa saat ini masih ada tinjauan yang berlangsung terhadap beberapa kasus yang melibatkan anak-anak Greenland.

Walaupun diakui ada upaya untuk merevisi kebijakan, banyak orang tua yang semakin khawatir kehilangan hak atas anak mereka akibat penilaian yang dianggap tidak adil.

Sebagai respons terhadap perhatian ini, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengevaluasi ulang pelaksanaan tes ini, terutama bagi warga Greenland, agar lebih adil dan sesuai dengan kondisi budaya mereka.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU