Ketergantungan pada teknologi mulai memicu keinginan banyak orang untuk melakukan 'digital detox'. Liburan tanpa gadget kini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menenangkan pikiran dan kembali fokus pada diri sendiri.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Berbagai lokasi di Indonesia menawarkan suasana tenang yang ideal untuk menjauh dari keramaian dunia maya. Dalam artikel ini, kami mengupas beberapa tempat terbaik untuk menjalani pengalaman tersebut.
Destinasi Pertama: Ubud, Bali
Ubud, yang dikenal sebagai pusat seni dan budaya Bali, menawarkan lingkungan yang damai dan alami. Suasana hutan tropis dan sawah yang menghijau memberikan ketenangan bagi pengunjung.
Banyak resort di Ubud, seperti Bisma Eight, menyediakan aktivitas tanpa layar seperti yoga dan meditasi. Ini memberi kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan alam dan diri mereka sendiri.
Selain itu, kegiatan seni seperti kelas melukis dan tari tradisional semakin mendukung pengalaman 'digital detox'. Ubud menjadi pilihan teratas bagi mereka yang mencari pelarian dari dunia digital.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Destinasi Kedua: Pulau Komodo
Pulau Komodo terkenal dengan hewan purba komodonya dan keindahan alam yang menakjubkan. Suasana pulau ini memberikan kesempatan untuk menjelajahi kekayaan alam tanpa gangguan teknologi.
Kegiatan seperti trekking di hutan Komodo atau snorkeling di perairan sekitarnya sangat dianjurkan. Pengunjung dapat merasakan kedamaian saat berada di tengah alam liar.
Dengan kebijakan ketat terhadap pengunjung serta rendahnya penggunaan perangkat elektronik, Pulau Komodo menjadi lokasi ideal bagi mereka yang ingin menjauh dari kesibukan sehari-hari.
Destinasi Ketiga: Desa Sade, Lombok
Desa Sade di Lombok menawarkan pengalaman tinggal di lingkungan yang kaya dengan budaya lokal. Rumah tradisional dan kebudayaan Sasak yang kuat membuat desa ini cocok untuk 'digital detox'.
Pengunjung dapat berpartisipasi dalam kegiatan tradisional seperti tenun dan memasak dengan bahan lokal. Hal ini membantu mengalihkan fokus dari gadget ke aktivitas yang lebih bermanfaat.
Interaksi langsung dengan masyarakat lokal dan pemandangan alam yang indah semakin melengkapi pengalaman pelarian ala Desa Sade.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: