Maraknya modus penipuan phishing di era digital menjadi ancaman serius bagi banyak orang. Penipuan ini berpotensi menyebabkan kerugian finansial yang tak kecil bagi korbannya.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
OJK melalui akun resmi mereka, @kontak157, mengingatkan pentingnya mengenali ciri-ciri phishing agar masyarakat tidak terjebak. Pengenalan dini dapat membantu melindungi data pribadi yang berharga.
Ciri-Ciri Modus Penipuan Phishing
Ciri utama dari modus phishing adalah penggunaan akun yang menyerupai profil resmi dari lembaga tertentu. Hal ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama jika akun tersebut mengandung kesalahan pengetikan atau informasi mencurigakan.
Dalam sebuah video dari OJK, narator mengingatkan, 'Biasanya ada typo, huruf double atau usernamenya aneh. Pokoknya keliatan resmi sih, tapi sebenarnya abal-abal.' Ini merupakan tanda awal yang perlu dicermati oleh pengguna.
Selain itu, pelaku penipuan seringkali mengirimkan tautan mencurigakan dengan alasan akun pengguna terblokir. Tindakan ini bertujuan agar korban mengklik tautan yang merupakan jebakan untuk mengakses data pribadi.
Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat
Tindakan yang Harus Dihindari
OJK memberikan beberapa saran terkait tindakan yang sebaiknya dihindari untuk melawan modus phishing. Salah satunya adalah menghindari untuk mengungkapkan informasi pribadi kepada siapa pun, karena bank tidak pernah meminta data tersebut secara langsung.
Dalam video tersebut, narator menjelaskan, 'Terakhir, pesannya bikin kamu panik. Misalnya cepat verifikasi sekarang. Itu sebenarnya mereka sengaja untuk bikin kamu nggak mikir.' Ini menunjukkan bahwa penipuan sering kali berhasil ketika korbannya dalam keadaan panik.
Sangat penting untuk tetap tenang dan berpikir kritis saat menerima pesan mendesak. Menghindari memberikan data sensitif tanpa verifikasi melalui saluran resmi adalah langkah yang bijak.
Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan
Masyarakat dianjurkan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun dengan informasi sensitif. Langkah ini memberikan tambahan keamanan yang signifikan.
Dari video yang diunggah OJK, disarankan juga untuk mengganti password secara berkala, terutama pada akun keuangan. 'Kemudian, ganti password keuanganmu secara berkala untuk mencegah pembobolan,' ujar narator.
Terakhir, penting untuk tidak mendownload aplikasi dari sumber yang tidak resmi dan selalu menggunakan platform resmi seperti PlayStore atau AppStore. Ini dapat membantu menjaga keamanan data pribadi.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: