Iran baru saja mengungkapkan adanya rencana pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang diatur oleh Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Menurut Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, upaya ini bisa melibatkan serangan langsung maupun ancaman dari dalam negeri.
Pernyataan Menteri Intelijen Iran
Dalam pernyataannya pada Sabtu (22/11), Esmail Khatib menegaskan bahwa "musuh-musuh" Iran telah berusaha untuk menargetkan Khamenei secara langsung.
Khatib menambahkan bahwa upaya tersebut tidak hanya melibatkan pembunuhan, tetapi juga kemungkinan serangan dari dalam maupun luar negeri.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Kekhawatiran Pejabat Iran
Kekhawatiran mengenai keamanan Khamenei juga ditekankan oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada 11 November lalu.
Pezeshkian menjelaskan bahwa ancaman terhadap Khamenei dapat menciptakan kekacauan di dalam negeri yang lebih berbahaya dibandingkan ancaman eksternal, terutama ketika mempertimbangkan ketegangan yang telah ada dengan Israel.
Dampak Potensial terhadap Stabilitas Iran
Kehilangan Khamenei diyakini dapat menyebabkan ketidakstabilan signifikan bagi Iran, yang saat ini sedang menghadapi beragam tantangan politik dan keamanan.
Banyak pihak di Iran berpendapat bahwa stabilitas dan kohesi negara sangat tergantung pada kepemimpinan Khamenei.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: