Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 21:34 WIB

Pertemuan Trump dengan Wali Kota New York: Transformasi Hubungan Pasca Pemilihan

Author

Pertemuan Trump dengan Wali Kota New York: Transformasi Hubungan Pasca Pemilihan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja bertemu dengan Wali Kota New York yang baru terpilih, Zohran Mamdani, di Gedung Putih. Pertemuan ini menandai perubahan signifikan dalam hubungan dua tokoh ini yang sebelumnya dipenuhi ketegangan.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Diadakan pada hari Jumat (21/11) di Ruang Oval, pertemuan ini berakhir dengan pernyataan positif dari keduanya tentang kolaborasi di masa mendatang. Seolah menjadi titik temu setelah masa kampanye yang penuh kontroversi.

Latar Belakang Ketegangan Antara Trump dan Mamdani

Ketegangan antara Donald Trump dan Zohran Mamdani terjadi sejak awal kampanye pemilihan wali kota. Trump, yang merupakan anggota Partai Republik, menyebut Mamdani sebagai 'komunis gila', mencerminkan ketidakpuasannya terhadap pencalonan dari Partai Demokrat.

Mamdani, sebagai legislator negara bagian dari Queens, mengguncang dunia politik dengan mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Kemenangan tersebut memicu reaksi Trump di media sosial, di mana ia mengkritik intelektualitas dan penampilan Mamdani.

Jelang pemilihan wali kota pada tanggal 3 November, serangan Trump semakin meluas. Ia berkomentar bahwa 'setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani adalah orang bodoh', sebuah pernyataan yang menimbulkan kontroversi di berbagai komunitas.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Kemenangan Mamdani dan Reaksi Trump

Zohran Mamdani akhirnya terpilih sebagai Wali Kota New York dalam pemilihan yang banyak disorot. Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menekankan bahwa kemenangannya merupakan simbol kebangkitan politik dan tantangan terhadap atmosfer negatif dari Trump.

"Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya," ungkap Mamdani, menunjukkan komitmennya untuk menciptakan kota yang inklusif.

Mamdani juga menegaskan pentingnya merayakan keberagaman di New York, mengajak warga untuk terlibat dalam perubahan demi kota yang lebih baik.

Transformasi Hubungan Menuju Kolaborasi

Setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump memberikan pujian tak terduga kepada Mamdani. Ia menyatakan harapannya bahwa Wali Kota baru akan membawa perubahan positif dan bahwa partai bukanlah penghalang dalam kinerja pemerintahannya.

"Saya tetap berharap akan ada seorang wali kota yang hebat," kata Trump, menandakan pergeseran sikap terhadap Mamdani dan mencerminkan kesediaan untuk menjalin kerjasama.

Mamdani sendiri menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut, menekankan bahwa diskusi tersebut mencakup isu-isu krusial bagi warga New York. Ia menyoroti ketidakadilan yang dialami oleh berbagai komunitas di kota.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU