Indonesia resmi mengakhiri Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe 2, yang disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi selama beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Hampir 60 juta dosis imunisasi tambahan telah diberikan kepada anak-anak untuk mengatasi masalah ini.
Penutupan KLB Polio
Sejak bulan Juni 2024, tidak ada lagi virus polio yang terdeteksi di anak-anak maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan penutupan KLB pada 19 November 2025.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras bersama.
"Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan. Kita harus terus bekerja sama agar polio tidak kembali dengan memastikan semua anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia," ujarnya.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Respons dan Imunisasi Polio
KLB polio mulai muncul pada Oktober 2022, saat kasus pertama terdeteksi di Aceh. Sejak saat itu, virus ini menyebar ke beberapa provinsi di Indonesia.
Sebagai tanggapan, pemerintah melaksanakan dua putaran imunisasi tambahan menggunakan vaksin novel OPV-2 dari akhir 2022 hingga triwulan ketiga 2024. Cakupan imunisasi rutin juga mengalami peningkatan yang signifikan.
Komitmen untuk Masa Depan Bebas Polio
Dr. Saia Ma'u Piukala, Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah langkah penting menuju dunia tanpa polio.
"Saya mendorong seluruh 38 negara dan wilayah di Pasifik Barat untuk tetap waspada," ungkapnya.
Pemerintah Indonesia juga melaporkan kemajuan dalam deteksi dan investigasi lumpuh layuh akut (AFP) pada anak-anak, yang menunjukkan perbaikan dalam kualitas surveilans.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: