Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 18:09 WIB

Dampak Buruk Bermain Game hingga Larut Malam bagi Anak

Author

Dampak Buruk Bermain Game hingga Larut Malam bagi Anak

Bermain game hingga larut malam kini menjadi kebiasaan sebagian anak di Indonesia. Padahal, aktivitas ini dapat berdampak serius terhadap perkembangan otak mereka.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan bermain game hingga pagi dapat mengganggu kesehatan mental dan perkembangan kognitif anak. Mari kita telaah dampaknya yang lebih dalam.

Pengaruh Gaming terhadap Kesehatan Mental

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain game berlebihan berisiko mengalami kecemasan dan depresi. Konsumsi waktu tidur yang tidak mencukupi saat bermain hingga subuh memperburuk keadaan.

Dr. Mark Griffiths, seorang psikolog asal Inggris, mengungkapkan, 'Pola tidur yang tidak teratur akibat gaming dapat berkontribusi pada gangguan psikologis di kemudian hari.' Keberlangsungan akses ke game favorit dapat menyebabkan kecemasan di kalangan anak-anak.

Lebih jauh, permainan game yang intens dapat meningkatkan agresivitas anak. Ini menjadi salah satu kekhawatiran utama para orang tua saat ini.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Dampak Negatif terhadap Perkembangan Otak

Kurangnya tidur akibat bermain game larut malam berpotensi mengganggu perkembangan kognitif anak. Penelitian di 'Journal of Pediatric Psychology' menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur cenderung memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi dan memori jangka pendek.

Prof. David Anderson menjelaskan, 'Tidur adalah waktu bagi otak untuk memproses dan mengatur informasi. Tanpa tidur yang cukup, anak-anak kehilangan kesempatan tersebut.' Hal ini memengaruhi performa akademik mereka secara signifikan.

Keterampilan sosial anak juga dapat terpengaruh apabila mereka lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar. Pengabaian terhadap komunikasi tatap muka dapat menghalangi pengembangan kemampuan sosial yang penting bagi mereka.

Mengatasi Kebiasaan Buruk Ini

Orang tua memiliki peran kunci dalam mengatur kebiasaan bermain game anak-anak mereka. Salah satu solusi efekif adalah dengan membatasi waktu bermain game.

Pak Ridwan, seorang psikolog anak, menyatakan, 'Melibatkan anak dalam aktivitas fisik di luar ruangan dapat menjadi alternatif yang sehat dan menyenangkan.' Ini bisa mengurangi waktu yang dihabiskan anak untuk bermain game.

Orang tua juga disarankan untuk memantau jenis game yang dimainkan anak. Memilih game edukatif dan kooperatif dapat memberikan dampak positif yang lebih besar dibandingkan game yang sifatnya kompetitif atau penuh kekerasan.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU