Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 16:42 WIB

Transformasi Pendidikan: Digitalisasi untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Indonesia

Author

Transformasi Pendidikan: Digitalisasi untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa guru-guru di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam beberapa kompetensi, terutama dalam sains dan bahasa asing.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Demi mengatasi masalah ini, diperlukan program digitalisasi yang akan menyediakan fasilitas pembelajaran modern di sekolah-sekolah.

Kekurangan Kompetensi Guru

Dalam kunjungannya ke SMPN 4 Kota Bekasi pada 19 November 2025, Prabowo menyatakan, "Kita tahu guru perlu ditatar dan kita tahu ada beberapa mata pelajaran di mana guru-guru kita kurang kompetensinya."

Mata pelajaran seperti Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika menjadi fokus perhatian, sebab kemampuan pengajar sangat mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia.

Kekurangan kompetensi ini harus segera diatasi agar dapat memperbaiki kualitas pengajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.

Inisiatif Digitalisasi Pembelajaran

Pemerintah berencana meluncurkan program digitalisasi yang menyasar penyediaan papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

"Kita akan segera buka studio di Jakarta. Guru-guru akan memberi pelajaran ke semua sekolah di Indonesia," kata Prabowo, menunjukkan komitmen untuk meningkatkan materi pembelajaran yang lebih menarik.

Material pembelajaran yang dihasilkan dari inisiatif ini akan tersedia secara gratis bagi guru-guru di seluruh daerah, mendukung pemerataan kualitas pendidikan.

Peluncuran Program Digitalisasi Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, yang bertujuan mempercepat transformasi digital dalam sektor pendidikan.

Program ini berupaya membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan serta memberikan kesempatan yang lebih merata untuk siswa di seluruh nusantara.

"Alhamdulillah, panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh Indonesia untuk belajar lebih baik, belajar lebih semangat," tambah Prabowo.

Saat ini, program ini telah menjangkau sekitar 288.865 sekolah, dengan sekitar 173.000 sekolah telah menerima fasilitas tersebut, menandakan kemajuan signifikan di bidang pendidikan.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU