Presiden Joko Widodo dijadwalkan memberikan pidato di 7th Annual Bloomberg New Economy Forum di Singapura pada 21 November 2025.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Pidato ini akan fokus pada arah pembangunan Indonesia dan kontribusinya dalam ekonomi global.
Agenda Bloomberg New Economy Forum
Bloomberg New Economy Forum merupakan acara penting yang dihadiri oleh lebih dari 50 tokoh dunia dari pemerintah dan sektor bisnis.
Forum ini dipimpin oleh Chairman Michael Bloomberg, yang berfokus pada prospek pertumbuhan dan kemakmuran global di tengah berbagai tantangan yang dihadapi berbagai negara.
Dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, forum ini diharapkan menjadi platform evaluasi dan kolaborasi untuk mengatasi masalah perdagangan, teknologi, dan investasi.
Peran Indonesia di Panggung Global
Dalam pidatonya, Jokowi akan menjelaskan pandangan Indonesia terhadap arah pembangunan di tengah dinamika internasional yang berubah dengan cepat.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dia menekankan pentingnya dialog antarnegara dan lintas sektor sebagai sarana untuk memperkuat kolaborasi yang ada.
"Semoga dialog lintas-negara dan lintas-sektor di forum ini memperkuat kolaborasi dan mendorong inovasi," ujar Jokowi.
Peran Indonesia sebagai Dewan Penasihat Bloomberg New Economy menunjukkan pengakuan terhadap potensi kontribusi ide-ide dari Indonesia dalam perkembangan ekonomi global.
Tantangan Global dan Strategi Baru
Forum ini juga akan mengeksplorasi tantangan-tantangan global yang terus berkembang, seperti dinamika baru akibat kebijakan luar negeri negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China.
Di tengah era yang ekstrem saat ini, perlu ada evaluasi terhadap asumsi-asumsi lama yang berhubungan dengan ekonomi, perdagangan, dan investasi secara menyeluruh.
Jokowi dan para pemimpin dunia diharapkan dapat menjalin diskusi mengenai pembentukan aliansi baru untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut.
"Berkembang di era yang ekstrem seperti ini membuat semua pihak harus mengevaluasi kembali asumsi lama tentang pergerakan perdagangan, teknologi, dan investasi," jelas Jokowi.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: