Sebuah video yang merekam aksinya menari telanjang dada di atap mobil di Fujikawaguchiko, Jepang, telah membuat Jack Papho, seorang turis asal Thailand, menjadi sorotan. Video yang diunggah pada 17 November 2025 ini memicu kemarahan dan reaksi keras dari warganet serta pihak berwenang.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Aksi tersebut mendapatkan lebih dari 12.000 komentar di YouTube, dengan mayoritas mengecam kelakuannya yang dianggap tidak pantas. Netizen khawatir perilaku Jack dapat memperkuat stereotip negatif tentang turis asal Thailand.
Kecaman dan Kontroversi Masyarakat
Setelah video berdurasi satu menit ini tersebar luas, banyak netizen asal Thailand mengemukakan kritik yang tajam terhadap Jack Papho. Mereka menyatakan bahwa tindakannya dapat merusak citra turis Thailand di kancah internasional.
Salah satu pengguna Facebook bahkan menyampaikan surat terbuka kepada Direktur Jenderal Departemen Urusan Konsuler Thailand, meminta pemerintah untuk mencabut paspor Jack. Menurut mereka, perilakunya yang tidak pantas di luar negeri ini dapat meracuni persepsi orang asing tentang Thailand.
Surat tersebut menegaskan bahwa tindakan Jack di luar negeri memiliki potensi merusak reputasi bangsa dan mendesak agar otoritas tidak menerbitkan paspor baru untuknya.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Respon dari Pemerintah dan Otoritas Jepang
Respon cepat datang dari Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, yang menjelaskan bahwa tindakan Jack memiliki dampak buruk pada citra pariwisata Thailand. Ia menekankan pentingnya kesadaran tentang budaya lokal saat berwisata ke negara lain.
Atthakorn juga menambahkan bahwa meskipun pemerintah tidak dapat mengatur tindakan setiap individu, penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku yang sesuai saat berkunjung ke luar negeri.
Sementara itu, warganet Jepang pun mengajukan tuntutan untuk mencabut visa Jack dan melarangnya untuk masuk ke Jepang berdasarkan Undang-Undang Paspor 1977 tentang pelanggaran yang mengancam ketertiban umum.
Pernyataan Jack Papho dan Dampaknya
Menanggapi reaksi yang muncul, Jack Papho menyatakan bahwa ia tidak akan menghapus video tersebut untuk menunjukkan tanggung jawab atas tindakannya. "Saya menerima semua kritik dan meminta maaf," ujarnya.
Namun, saat ini video itu sudah tidak dapat diakses di akun YouTube-nya, menunjukkan betapa signifikan dampak insiden terhadap reputasi pribadinya serta citra Thailand di mata dunia.
Kontroversi ini menyoroti pentingnya kesadaran budaya bagi wisatawan dan dampak satu tindakan individu terhadap pandangan masyarakat terhadap negara asal mereka.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: