Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 14:55 WIB

Investigasi Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Bullying dan Tanggapan Sekolah

Author

Investigasi Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Bullying dan Tanggapan Sekolah

Komjen Marthinus Hukom, mantan Kepala Densus 88 Antiteror, menyatakan bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta pernah melaporkan tindakan bullying namun diabaikan pihak sekolah.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Pernyataan ini terungkap di tengah penyelidikan insiden yang melukai puluhan siswa dan guru, menunjukkan perlu adanya perhatian lebih terhadap isu bullying di lingkungan sekolah.

Pernyataan Eks Kepala Densus Mengenai Bullying di Sekolah

Marthinus Hukom mengungkap informasi tentang laporan bullying tersebut yang didapat dari hasil pemeriksaan penyidik dan keterangan siswa di sekolah.

Dia menjelaskan, 'Itu kan dari hasil investigasi anak-anak penyidik di lapangan ya. Bahwa dia bersama temannya itu pernah lapor ke sekolah bahwa dia di-bully, tapi tidak ditanggapi.'

Selain itu, catatan pribadi terduga pelaku yang berstatus anak berkonflik dengan hukum juga memperkuat penegasan ini, di mana terduga mengungkapkan rasa putus asa dan ketidakberdayaan karena laporan tidak direspons.

Marthinus menekankan pentinganya sekolah memiliki sikap terbuka terhadap isu perundungan, mengatakan, 'Bahkan dia kan sampai bilang bahwa, 'Untuk apa percaya sama Tuhan, kita lapor kepada sekolah aja juga tidak ada keadilan,' begitu.'

Tanggapan Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta

Tetty Helena Tampubolon, Kepala SMAN 72 Jakarta, menanggapi dengan menyangkal adanya laporan bullying dari siswa atau guru.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

'Yang saya panggil memang satu, lalu saya minta tolong ke tiga guru BK lainnya, ‘siapa yang sudah dihubungi?’ Ternyata jawabannya, ‘Bu, kami enggak ada (laporan soal bully),

katanya.

Ia mencoba menggali lebih dalam dengan mendekati siswa secara halus, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memadai.

'Ya, sepengakuan anak-anak itu, mereka tidak tahu sebenarnya anak ini (pelaku) di-bully atau tidak,' diungkapkan Tetty, memastikan bahwa tidak ada informasi tentang perundungan terhadap terduga pelaku.

Kronologi dan Dampak Ledakan

Ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB saat siswa dan guru melaksanakan salat Jumat, dengan dua ledakan yang terjadi secara berurutan.

Kejadian ini menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka, dan terduga pelaku merupakan salah satu siswa diduga mengalami perundungan.

Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian menemukan benda menyerupai airsoft gun dan revolver, yang setelah dilakukan pemeriksaan ternyata adalah senjata mainan.

Saat ini, motif dan penyebab pasti dari ledakan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU