Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meluncurkan imbauan untuk orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas daring anak-anak mereka. Langkah ini bertujuan mencegah anak menjadi korban ideologi radikal dan rekrutmen dari jaringan terorisme.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan game online, pengawasan orang tua dianggap sangat penting. AKBP Mayndra Eka Wardhana mengingatkan, 'Ambil handphone (ponsel) putra-putrinya, secara sidak seperti itu,' menyiratkan perlunya keterlibatan aktif dalam mengawasi.
Peran Orang Tua dalam Pengawasan Daring
Menurut juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, orang tua memiliki kendali yang signifikan dalam membentuk perilaku anak-anak. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Mayndra mengungkapkan, 'Kelompok teror sering memanfaatkan media sosial dan game online untuk menarik perhatian anak-anak.'
Mayndra menambahkan, orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi agar bisa melakukan pengawasan secara efektif. Ia juga menyebutkan penggunaan latar belakang agama dalam doktrinasi anak sebagai perhatian penting, mengemukakan contoh pertanyaan bias yang mungkin muncul, 'Manakah yang lebih baik antara Pancasila dengan kitab suci?'
Dengan perhatian yang mendalam dari orang tua, diharapkan anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh ideologi radikal yang disebarkan di dunia maya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk tetap aktif dalam memantau aktivitas daring yang dilakukan anak.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Tanggung Jawab Kementerian dan Peran Media
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga mendorong orang tua untuk lebih melek terhadap media. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Ratna Susianawati, menyoroti bahwa 'Orang tua dengan keterbukaan teknologi dan informasi ini, orang tua juga harus dituntut untuk melek media.'
Ia menyatakan pentingnya keberadaan media sebagai alat untuk mendidik anak di era modern. Namun, Ratna juga mengingatkan bahwa orang tua perlu waspada terhadap perubahan perilaku anak, yang terkadang baru disadari setelah terlambat.
Ratna menegaskan, 'Sensitivitas orang tua menjadi sangat penting, keluarga menjadi sangat penting.' Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga sangat vital dalam menangkal pengaruh negatif di luar rumah.
Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga memberi penekanan pada pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak. Ketua KPAI, Margaret Aliyatul, menegaskan bahwa orang tua harus terus memantau aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun maya.
'Tentu orang tua harus punya komunikasi yang baik dengan anak, jangan abai anak berteman dengan siapa di media sosial,' katanya dengan tegas.
Sebagai langkah proaktif, Margaret merekomendasikan agar orang tua memeriksa grup yang diikuti anak dan membuat kesepakatan bersama mengenai pemeriksaan perangkat, dengan menyatakan, 'Cek anak bergabung dengan grup apa saja.' Hal ini penting agar orang tua lebih mengetahui lingkungan sosial anak-anak mereka dalam dunia digital.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: