Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 17:38 WIB

Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Manusia

Author

Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Manusia

Perubahan iklim bukan hanya sekadar isu lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan manusia secara langsung. Penelitian menunjukkan adanya kaitan antara perubahan iklim dan kemunculan penyakit baru yang menantang.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Fenomena cuaca ekstrem, seperti banjir dan panas berkepanjangan, dapat menjadi media bagi beragam patogen. Dengan meningkatnya suhu global, risiko penyebaran penyakit juga semakin tinggi.

Keterkaitan Iklim dan Kesehatan

Banyak pakar kesehatan sepakat bahwa perubahan iklim dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), suhu yang meningkat dapat menciptakan kondisi yang lebih ideal bagi penyebaran penyakit infeksi.

Penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti nyamuk dan tikus, menjadi semakin menjamur. Spesies tersebut seringkali dapat beradaptasi dengan perubahan suhu dan kelembapan, sehingga meningkatkan potensi penyebaran virus atau bakteri.

Contohnya, malaria dan demam berdarah semakin meluas di daerah yang sebelumnya dianggap aman. Ini menunjukkan bahwa hasil perubahan iklim dapat memengaruhi pola penyebaran penyakit yang sudah ada.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dampak Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan kekeringan, memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Banjir dapat merusak infrastruktur dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan patogen.

Di sisi lain, kekeringan menyebabkan krisis air bersih, yang memperburuk kondisi sanitasi. Menurut laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan.

Ketidakpastian cuaca dalam jangka pendek dan panjang juga meningkatkan tingkat stres, yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental masyarakat.

Perubahan Habitat dan Penyakit Baru

Perubahan habitat akibat aksi manusia, seperti deforestasi dan urbanisasi, merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Berubahnya ekosistem dapat memaksa hewan liar untuk berinteraksi lebih dekat dengan manusia, membuka kemungkinan penularan penyakit baru.

Virus seperti rabies dan Ebola, yang awalnya berasal dari hewan, dapat menjangkiti manusia melalui kontak langsung. Hal ini menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan untuk mencegah kemunculan penyakit zoonotik.

Data dari Komisi Lingkungan Hidup Nasional menunjukkan bahwa kelestarian hutan dapat mengurangi risiko penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU