Tentara Israel dilaporkan melakukan penembakan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di selatan Lebanon. Serangan ini dilakukan dari tank Merkava yang dikerahkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
UNIFIL mengonfirmasi insiden tersebut dalam laporan resminya pada Minggu, 16 November 2025, mengungkapkan bahwa tembakan dilakukan dekat posisi Israel di wilayah Lebanon.
Detail Penembakan oleh Tentara Israel
UNIFIL mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada sore hari ketika pasukan Israel menembaki mereka dari sebuah tank. "Pagi ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menembaki pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari sebuah tank Merkava dari dekat posisi yang didirikan Israel di teritori Lebanon," ungkap laporan resmi UNIFIL.
Insiden ini menambah ketegangan yang sudah berlangsung di perbatasan Israel dan Lebanon. Meskipun demikian, belum ada laporan mengenai korban jiwa ataupun cedera akibat serangan tersebut.
Pembangunan Tembok di Perbatasan Lebanon
UNIFIL sebelumnya juga merilis laporan mengenai pembangunan tembok baru oleh Israel di perbatasan yang dinilai melanggar kedaulatan Lebanon. Laporan tersebut menyatakan bahwa tembok berbentuk T telah menerobos Garis Biru yang ditetapkan oleh PBB.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
"Sebuah tembok beton berbentuk T didirikan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di barat daya Yaroun, membuat 4.000 meter persegi teritori Lebanon tidak bisa diakses oleh warga Lebanon," ujar laporan UNIFIL.
Berdasarkan survei yang dilakukan, tembok tertentu ditemukan merintangi Garis Biru, yang memicu keprihatinan di kalangan masyarakat setempat. UNIFIL pun meminta Israel untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Reaksi Israel Terhadap Tuduhan UNIFIL
Menanggapi laporan UNIFIL, IDF membantah tuduhan mengenai penerobosan Garis Biru. Mereka menyatakan bahwa tembok tersebut adalah langkah pertahanan yang penting.
"Harus ditekankan tembok itu tidak menerobos Garis Biru," ujar IDF, menegaskan pentingnya keamanan wilayah mereka pasca-perang pada tahun 2022.
Meskipun ada bantahan dari pihak Israel, situasi di perbatasan tetap rentan dengan ketidakpuasan dari kedua belah pihak yang bisa berkontribusi pada meningkatnya ketegangan.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: