Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 12:30 WIB

Keajaiban Geologi Pegunungan Barberton: Sejarah Bumi dalam 3,6 Miliar Tahun

Author

Keajaiban Geologi Pegunungan Barberton: Sejarah Bumi dalam 3,6 Miliar Tahun

Pegunungan Barberton di Afrika Selatan adalah situs geologi tertua yang sering dipelajari oleh ilmuwan dari seluruh dunia. Dengan usia batuan mencapai 3,6 miliar tahun, kawasan ini sangat berharga untuk memahami sejarah pembentukan planet kita.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

UNESCO telah menetapkan kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2018, menegaskan pentingnya bukti kehidupan mikroorganisme purba yang ditemukan dalam lapisan batuannya.

Keunikan Pegunungan Barberton

Terletak di provinsi Mpumalanga, Pegunungan Barberton atau Makhonjwa memiliki lapisan batuan kuno yang menyimpan jejak-jejak penting dari sejarah geologi awal. Dengan ketebalan lebih dari 10 kilometer pada Onverwacht Group, kawasan ini merekam aktivitas geologi yang terjadi selama 300 juta tahun.

Hasil penelitian menunjukkan proses pembentukan kerak bumi yang terjadi selama periode tersebut, memberikan dampak besar bagi ilmu pengetahuan dan pemahaman kita mengenai sejarah planet ini.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Penemuan Ilmiah dan Nilai Geologis

Penelitian yang dilakukan oleh Donald R. Lowe dan Gary R. Byerly dalam American Journal of Science menemukan banyak bukti penting mengenai deformasi tektonik serta jejak tumbukan meteorit. "Kondisi awal Bumi jauh lebih dinamis dan keras dibandingkan sekarang," jelas Lowe.

Para peneliti juga menemukan bahwa batuan ultramafik atau komatiit yang ada menunjukkan bahwa magma pada masa itu mencapai suhu di atas 1.600 derajat Celsius. "Fakta ini menegaskan bahwa mantel bumi zaman purba lebih panas dan lebih aktif secara vulkanik," ungkapnya.

Tantangan dalam Konservasi

Meski memiliki nilai ilmiah yang signifikan, lebih dari 40 persen dari situs geologi di Barberton tidak berada dalam zona perlindungan resmi. Aktivitas tambang emas dan penebangan yang tidak teratur dapat mengancam keberadaan lapisan batuan berharga ini.

Pemerintah Afrika Selatan bekerja sama dengan lembaga internasional melakukan upaya konservasi. "Kami terus berupaya menjaga warisan ini agar tetap terjaga untuk penelitian di masa depan," kata seorang juru bicara pemerintahan setempat.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU