Topan Kalmaegi yang melanda Filipina pada awal November 2025 menyebabkan jumlah korban jiwa yang sangat signifikan, yaitu setidaknya 232 orang tewas.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Bencana ini juga mengakibatkan lebih dari 62.000 keluarga terpaksa mengungsi dan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta dolar AS.
Dampak Bencana dan Kerugian
Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) melaporkan bahwa lebih dari 523 orang mengalami luka-luka dan 125 lainnya masih dalam pencarian setelah terjadinya topan.
Topan ini telah merusak 38.600 rumah, dan lebih dari 214.700 bangunan mengalami kerusakan, termasuk infrastruktur penting.
Kerugian sektor pertanian di Filipina ditaksir mencapai lebih dari 2,6 juta dolar AS atau sekitar Rp43,4 miliar. Kerusakan infrastruktur juga sangat signifikan, dengan biaya perbaikan yang bisa mencapai lebih dari 8,2 juta dolar AS.
Pusat-pusat evakuasi yang menampung 62.611 keluarga saat ini menjadi tempat perlindungan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Wilayah Terdampak dan Respon Pemerintah
Pulau wisata Cebu menjadi salah satu daerah paling parah terdampak oleh Topan Kalmaegi, membawa kerusakan yang meluas.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Kantor Pertahanan Sipil setempat mengonfirmasi bahwa kawasan ini mengalami banjir parah yang mulai terjadi sejak dini hari pada 4 November.
Seorang pegawai pemerintah provinsi yang tinggal di pusat pulau menyatakan, 'Banjir parah menerjang kawasan tempat tinggalnya, memaksa banyak warga untuk mencari perlindungan.'
Respon cepat dari pemerintah lokal sangat penting untuk mengatasi situasi ini, termasuk upaya penanganan darurat dan pemulihan yang sedang dilaksanakan.
Tantangan Pemulihan Pasca Topan
Proses pemulihan pasca-topan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan dan rehabilitasi infrastruktur.
Bantuan dari organisasi internasional dan non-pemerintah juga akan sangat diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan jangka panjang.
Sementara itu, masyarakat masih berjuang untuk mendapatkan kembali kehidupan normal mereka, dengan banyak yang kehilangan barang-barang berharga dan tempat tinggal.
Akses ke layanan dasar seperti air bersih dan kesehatan juga menjadi perhatian utama saat proses pemulihan berlangsung.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: