Zona megathrust di Indonesia menyimpan ancaman serius berupa gempa bumi yang bisa berakibat fatal bagi banyak orang. Warga di wilayah ini diimbau untuk selalu waspada akan kemungkinan terjadinya gempa besar dan tsunami.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa segmen-segmen megathrust di Indonesia, seperti di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, telah lama tidak aktif. Ini bisa meningkatkan risiko bencana yang menghancurkan ketika energi yang terakumulasi tiba-tiba dilepaskan.
Memahami Megathrust dan Bahayanya
Zona megathrust adalah wilayah di mana dua lempeng tektonik bertemu, dengan salah satu lempeng menyusup ke bawah lempeng lainnya. Proses ini menimbulkan penumpukan energi yang suatu hari dapat dilepaskan sebagai gempa bumi besar atau tsunami.
BMKG menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat kurang lebih tiga zona megathrust utama yang memiliki potensi besar untuk memicu bencana. Pentingnya kewaspadaan terhadap fenomena ini tak bisa diremehkan, khususnya karena segmen megathrust di Selat Sunda terakhir kali mengalami gempa besar pada tahun 1757.
Fenomena 'seismic gap' pun menjadi sangat relevan. Ini adalah kondisi di mana wilayah yang lama tidak melepas energi geologis dapat menyimpan potensi energi besar yang mengancam, dan ini menjadi perhatian serius baik masyarakat maupun pihak berwenang.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Potensi Ancaman dari Zona Megathrust
Kepala BMKG menyatakan dalam rapat di DPR RI bahwa 'negara kita berada di pertemuan tiga lempeng aktif dunia dengan 13 segmen megathrust yang sebagian belum melepaskan energi tektoniknya.' Poin ini menegaskan pentingnya memantau kondisi geologis di wilayah ini.
Dari beberapa zona megathrust yang ada, terdapat tiga yang belum mengalami gempa besar selama beberapa ratus tahun. Zona-zona ini adalah Megathrust Mentawai-Siberut, Megathrust Selat Sunda-Banten, dan Megathrust Sumba, yang saat ini sedang mengalami akumulasi energi tektonik.
Faisal memberikan pernyataan yang menambah urgensi akan kesiapsiagaan masyarakat, menyebutkan bahwa 'diduga kuat saat ini sedang terjadi proses akumulasi energi tektonik yang dapat merilis gempa besar sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi.'
Sejarah Gempa Megathrust di Indonesia
Sejarah menunjukkan bahwa gempa megathrust telah menyebabkan banyak perubahan besar, baik dalam kehidupan manusia maupun lingkungan. Contohnya, Megathrust Sunda yang terkenal di Indonesia berkontribusi dalam sejumlah gempa bumi dan tsunami.
BMKG mengingatkan bahwa kompleksitas dan potensi bencana megathrust mengharuskan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. 'Jadi, meskipun belum terjadi, potensi itu nyata dan harus kita waspadai,' ungkap BMKG.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi geologis dan berbagai ancaman yang ada, diharapkan dapat tercipta upaya mitigasi bencana yang lebih efektif di kawasan rawan gempa ini.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: