Selama bulan Oktober 2025, BYD Atto 1 mencatatkan penjualan tertinggi di Indonesia, menggeser posisi Kijang Innova yang selama ini menjadi primadona di pasar otomotif. Dengan total distribusi mencapai 9.396 unit, Atto 1 berhasil mencuri perhatian konsumen secara signifikan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Kehadiran mobil listrik ini menjadi tonggak sejarah baru, karena ini adalah kali pertama kendaraan listrik menduduki posisi puncak dalam daftar mobil terlaris di Indonesia. Sementara itu, Kijang Innova hanya mampu mendistribusikan 4.913 unit pada periode yang sama.
Harga dan Strategi Pemasaran BYD Atto 1
Penetapan harga BYD Atto 1 dimulai dari Rp 195 juta hingga Rp 235 juta, menjadi salah satu faktor keberhasilannya. Harga tersebut berada di bawah Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), yang umumnya lebih tinggi, sehingga menarik banyak konsumen.
Strategi harga yang bersaing, terutama dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC), memungkinkan konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan untuk memilih Atto 1. Ini menunjukkan pendekatan yang efisien dalam meningkatkan aksesibilitas kendaraan listrik di pasar.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Data Penjualan Mobil Terlaris
Berdasarkan data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, distribusi BYD Atto 1 sangat mencolok dibandingkan model-model lainnya. Kijang Innova yang sebelumnya menduduki posisi teratas, harus rela turun ke posisi kedua dengan total distribusi 4.913 unit.
Daihatsu Gran Max pikap berada di posisi ketiga dengan angka distribusi 4.214 unit. Toyota Avanza dan Toyota Calya mengikuti dengan distribusi masing-masing 3.087 unit dan 3.057 unit pada bulan yang sama.
Tren Mobil Listrik di Indonesia
Pertumbuhan tren mobil listrik, khususnya BYD Atto 1, menunjukkan perkembangan yang signifikan di industri otomotif di Indonesia. Sebelumnya, mobil listrik jarang menduduki posisi teratas dalam penjualan, tetapi kini terlihat jelas bahwa konsumen semakin menerima produk ramah lingkungan.
Keberadaan model-model elektrik seperti Atto 1 juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran tentang pentingnya keberlanjutan dalam industri otomotif. Dengan perkembangan ini, diharapkan lebih banyak produsen kendaraan akan memperkenalkan opsi kendaraan listrik dalam lini produk mereka.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: