Alwi Farhan harus mengakhiri perjuangannya di Kumamoto Masters 2025 setelah kalah di babak kedua dari wakil Chinese Taipei, Wang Tzu Wei. Pertandingan yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium tersebut berakhir dengan skor 19-21 dan 12-21.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Di sektor tunggal putri, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga tersisih di babak 16 besar setelah pertandingan melawan Asuka Takahashi. Meskipun tampil baik di awal, Dhinda harus menerima kenyataan dengan skor akhir 21-10, 16-21, 12-21.
Perjalanan Pertandingan Alwi Farhan
Alwi Farhan memulai pertandingannya dengan baik, menampilkan performa solid saat ia unggul 11-4 di interval pertama. Ia bahkan memperlebar jarak menjadi 15-5 sebelum lawan mulai mengejar.
Namun, momentum berubah saat Wang Tzu Wei mulai menekan, dan meskipun Alwi sempat memimpin 18-14, ia gagal mempertahankan posisi tersebut. Hasilnya, Alwi kalah dengan skor tipis 19-21 di gim pertama.
Di gim kedua, penampilan Alwi menurun drastis, sehingga ia tertinggal hingga 3-11 pada interval kedua. Waktu pertandingan berakhir setelah 43 menit, dengan Wang menutup laga di angka 12-21.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Kondisi Tunggal Putri Indonesia
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menghadapi tantangan serupa saat bertanding melawan Asuka Takahashi. Meskipun berhasil mengawali permainan dengan baik, Dhinda akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.
Setelah memimpin di awal, Dhinda kalah di gim pertama, namun sempat bangkit di gim kedua sebelum kalah kembali di set ketiga. Skor akhir pertandingan menunjukkan keunggulan Takahashi dengan 21-10, 16-21, dan 12-21.
Akibat hasil ini, Indonesia kini hanya mengandalkan satu wakil, Gregoria Mariska Tunjung, untuk melaju ke perempatfinal.
Antusiasme di Kumamoto Masters 2025
Kumamoto Masters 2025 berlangsung dengan antusiasme tak terbendung dari para penggemar bulu tangkis, meski hasil yang diraih Indonesia tidak sesuai harapan. Ajang ini menjadi platform bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka sebelum memasuki kompetisi yang lebih besar.
Setiap pertandingan menjadi sorotan dengan melibatkan beberapa atlet terbaik dunia. Meskipun langkah Alwi dan Dhinda terhenti, harapan kini dialihkan kepada Gregoria Mariska Tunjung yang akan melanjutkan perjuangan.
Keberhasilan Gregoria di perempatfinal menjadi momen penting bagi kontingen Indonesia, memberi harapan bahwa masih ada kesempatan untuk meraih prestasi.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: