Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 18:52 WIB

Timnas Indonesia U-17: Capaian dan Tantangan di Piala Dunia U-17 2025

Author

Timnas Indonesia U-17: Capaian dan Tantangan di Piala Dunia U-17 2025

Timnas Indonesia U-17 berhasil memastikan diri sebagai salah satu wakil Asia di Piala Dunia U-17 2025, meskipun harus terhenti di fase grup.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Dengan meraih tiga poin dari tiga pertandingan, mereka tak menjadi wakil Asia terburuk di turnamen ini.

Kinerja Timnas Indonesia U-17 di Penyisihan Grup

Dalam fase grup, Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup H bersama Brasil dan Zambia, yang keduanya berhasil lolos ke babak 32 besar.

Tim asuhan Nova Arianto mencatatkan satu kemenangan, yaitu 2-1 atas Honduras di laga terakhir, sehingga total mengumpulkan tiga poin.

Meskipun berada di posisi ketiga, Indonesia bersaing ketat dengan Arab Saudi yang memiliki poin serupa, namun selisih gol yang lebih rendah membuat mereka tersisih.

Performa tim Garuda Asia di pertandingan tersebut menunjukkan semangat juang yang tinggi meskipun harus menerima kenyataan pahit tersisih dari turnamen.

Tim Asia Lainnya di Piala Dunia U-17

Di sisi lain, Tajikistan menjadi wakil Asia dengan kinerja terburuk di turnamen ini, mengakhiri kompetisi tanpa meraih poin dan kalah di semua pertandingan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Uni Emirat Arab dan Qatar, meskipun tidak seburuk Tajikistan, juga kesulitan dengan UEA hanya mampu meraih satu poin di Grup C, sementara Qatar yang menjadi tuan rumah hanya mengumpulkan dua poin.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi tim-tim Asia untuk berprestasi di pentas dunia, di mana persaingan sangat ketat.

Mereka harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas tim agar tidak terpuruk di turnamen internasional mendatang.

Keberhasilan Jepang dan Korea Selatan

Berbeda dengan Indonesia, Jepang dan Korea Selatan berhasil menunjukkan kualitas terbaik di fase grup dengan masing-masing mengumpulkan tujuh poin.

Jepang berhasil lolos sebagai juara grup setelah menang atas Portugal, sedangkan Korea Selatan finis di peringkat kedua Grup F.

Kedua tim ini menunjukkan bahwa kualitas sepak bola Asia tetap bisa bersaing di level tinggi, mencerminkan pembinaan yang baik oleh federasi sepak bola masing-masing.

Hasil ini menjadi bukti bahwa upaya peningkatan kualitas dan kompetisi pemain muda di Asia membuahkan hasil yang positif.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU