Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 15:58 WIB

Rencana Pemerintah Indonesia Batasi Game Online Setelah Insiden Tragis di Jakarta

Author

Rencana Pemerintah Indonesia Batasi Game Online Setelah Insiden Tragis di Jakarta

Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan rencana untuk membatasi sejumlah game online, termasuk PUBG, menyusul insiden tragis di SMA 72 Jakarta.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, dibahas lebih lanjut mengenai dampak game online terhadap masyarakat, terutama generasi muda.

Rapat Terbatas Mengenai Pengaruh Game Online

Presiden Prabowo Subianto sangat memperhatikan dampak negatif game online setelah terjadi tragedi di sekolah tersebut. Dalam rapat yang berlangsung pada tanggal 9 November 2025, Presiden menyatakan pentingnya mencari solusi untuk menangani pengaruh buruk dari permainan daring.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan arahan Presiden mengenai upaya pembatasan game online. Ia mencatat, “Beliau (Presiden Prabowo) tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online.”

Langkah-langkah ini diharapkan bisa mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul akibat game online, khususnya bagi generasi muda. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan kajian lebih mendalam sebelum memutuskan tindakan lebih lanjut.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Kementerian Komdigi Mengkaji Kasus Secara Detail

Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mengkaji lebih dalam terkait insiden tersebut. Dalam wawancaranya dengan CNBC Indonesia, Edwin menyebutkan, “Kita lagi lihat ini kasusnya secara detail. Saya baru bahas juga.”

Sampai saat ini, pemerintah belum mengambil keputusan definitif terkait pembatasan game yang disebutkan. Namun, pengkajian ini penting untuk memastikan semua pertimbangan sudah matang sebelum kebijakan diterapkan.

Pengkajian yang teliti ini diharapkan bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mengatasi isu yang lebih besar terkait keamanan anak-anak dalam bermain game.

Sistem Klasifikasi Usia untuk Game di Indonesia

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keamanan dalam penggunaan game online, Kementerian Komdigi meluncurkan sistem klasifikasi usia yang diberi nama Indonesia Game Rating System (IGRS). Sistem ini memungkinan semua pengembang game untuk mencantumkan klasifikasi usia untuk permainan yang mereka buat.

Edwin menyatakan bahwa IGRS direncanakan mulai berlaku pada tahun 2026 dalam dua tahap implementasi. “Ada dua, IGRS itu sistemnya yang pertama self assesment mereka menyatakan untuk umur berapa. Kemudian abis itu kita secara berkala kan banyak sekali game secara berkala melakukan pengecekan,” ujarnya.

Dengan adanya sistem klasifikasi ini, diharapkan anak-anak bisa lebih terlindungi dari konten game yang tidak sesuai dengan usia mereka, sehingga dapat bermain dengan lebih aman.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU