Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan penting terkait target penerimaan pajak yang belum tercapai. Dalam kunjungannya ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar, ia mengungkapkan bahwa kendala ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang lesu.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Purbaya menegaskan bahwa kegagalan mencapai target bukan hanya disebabkan oleh petugas pajak, tetapi juga faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Kaitan antara Penerimaan Pajak dan Kondisi Ekonomi
Dalam kunjungan tersebut, Purbaya menggarisbawahi bahwa ketidakmampuan mencapai target penerimaan pajak tidak hanya disebabkan oleh kesalahan internal di Direktorat Jenderal Pajak. Ia menyampaikan, "Saya pernah bilang di meeting besar, bukan salah orang pajak itu (target penerimaan) enggak tercapai, tapi karena ekonominya turun."
Pernyataan ini membuktikan bahwa faktor eksternal seperti penurunan ekonomi memberi dampak serius pada fluktuasi penerimaan pajak. Namun, Purbaya tetap berusaha memberikan semangat kepada petugas pajak agar terus optimis dan bekerja dengan efisien.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Optimisme Purbaya di Tengah Target yang Belum Tercapai
Walaupun realisasi penerimaan pajak hingga September 2025 tercatat hanya sebesar Rp 1.273,35 triliun atau 58,16% dari target APBN 2025 yang sebesar Rp 2.189 triliun, Purbaya tetap yakin bahwa setoran pajak bisa dicapai. "Teman-teman pajak, jangan putus asa. Target pasti bisa tercapai," ujarnya.
Ia memberikan dorongan untuk meningkatkan upaya maksimal dalam pengumpulan pajak, dengan harapan bahwa hasil positif akan terlihat menjelang akhir tahun ini.
Harapan untuk Tahun Depan dan Penekanan pada Integritas
Purbaya optimis bahwa penerimaan pajak di tahun depan akan meningkat seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi. "Kalau rasio kita betul, private sector berjalan baik," ungkapnya, menandakan keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan kepada pegawai pajak agar selalu menjunjung tinggi integritas serta memahami tanggung jawab mereka. "Yang penting Anda ngerti kan apa yang Anda kerjain. Jaga terus integritas," tegasnya, menunjukkan pentingnya etika dalam pengelolaan pajak.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: