Algoritma media sosial dirancang untuk meningkatkan interaksi, namun bagi sebagian pengguna, dampaknya justru negatif. Ratusan orang melaporkan perasaan sedih setelah menghabiskan waktu berlebihan di platform-platform ini.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Paparan konten negatif dan perbandingan hidup dengan orang lain berkontribusi pada siklus perasaan kurang baik. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana algoritma ini beroperasi dan efeknya terhadap kesehatan mental.
Paparan Konten Negatif
Salah satu penyebab utama penggunaan media sosial dapat memicu perasaan sedih adalah paparan konten negatif yang berlebihan. Algoritma media sosial sering kali memperlihatkan berita-berita yang mengkhawatirkan, tragedi, dan bentrokan yang dapat meningkatkan kecemasan.
Menurut Dr. Emma Warden, seorang psikolog dari Universitas Jakarta, "Paparan berlebihan terhadap konten negatif dapat mengubah cara berpikir kita, membuat kita merasa tidak aman dan gelisah." Konten-konten ini tidak hanya menambah beban emosional, tetapi juga memiliki dampak buruk pada kesehatan mental secara keseluruhan.
Banyak pengguna yang terpapar terlalu banyak berita buruk merasa terjebak. Perasaan ini membuat mereka berpikir bahwa dunia di sekitar tidak aman, yang pada gilirannya merugikan kesehatan mental.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Perbandingan Sosial
Media sosial sering kali menjadi ajang untuk terjebak dalam perbandingan sosial. Menyaksikan kehidupan orang lain yang tampak sempurna dapat menimbulkan rasa tidak puas terhadap diri sendiri.
Dr. Maya Hartono, seorang ahli psikologi media, menyatakan, "Melihat kehidupan orang lain yang terlihat lebih baik seringkali membuat kita mempertanyakan diri sendiri." Hal ini seringkali berujung pada rendah diri dan ketidakpuasan terhadap hidup sendiri.
Ketika individu terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain, tekanan untuk mencapai sesuatu yang mungkin tidak realistis semakin besar. Ini bisa memperburuk kondisi mental seiring berjalannya waktu.
Kecanduan dan Penggunaan Berlebihan
Kecanduan teknologi merupakan faktor penting yang menyumbang perasaan sedih yang dialami banyak pengguna. Banyak yang tidak menyadari waktu yang dihabiskan di media sosial, sehingga kehilangan kontrol atas kegiatan sehari-hari.
Dr. Irfan Setiawan, seorang ahli teknologi dan kesehatan mental, menjelaskan, "Ketika seseorang terlalu banyak terlibat dengan media sosial, emosi mereka dapat berfluktuasi sangat cepat, tergantung pada konten yang mereka lihat."
Siklus ini dapat berkontribusi pada perasaan cemas, depresi, dan ketidakpuasan. Oleh karena itu, penting untuk menyadari batasan penggunaan media sosial agar tidak terjebak dalam perasaan negatif yang berkepanjangan.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: