Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 15:04 WIB

CEO Nvidia Peringatkan Bahaya bagi AS dalam Perlombaan AI dengan China

Author

CEO Nvidia Peringatkan Bahaya bagi AS dalam Perlombaan AI dengan China

CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini memperingatkan bahwa China berpotensi mengalahkan Amerika Serikat (AS) dalam perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Pernyataan ini muncul saat Huang memberikan analisisnya kepada Financial Times, menekankan peran krusial kebijakan ekonomi dan pengembangan teknologi lokal.

Peringatan dari CEO Nvidia

Jensen Huang, yang dikenal sebagai sosok kunci dalam kemajuan teknologi AI, mengklaim bahwa 'China akan menang dalam perlombaan AI'.

Kata-kata ini menggarisbawahi pentingnya peran kebijakan AS dalam mengarahkan kompetisi teknologi di tingkat global.

Dalam beberapa kesempatan, Huang juga menyebut bahwa kebijakan pelarangan akses chip dari AS ke China justru mempercepat pengembangan teknologi lokal di negara tersebut.

Ia menargetkan bahwa insentif bagi perusahaan domestik untuk mengandalkan teknologi lokal dapat mengancam bisnis Nvidia di China.

Dampak Kebijakan Ekonomi Superpower

Kebijakan pelarangan ekspor chip AI tercanggih dari pemerintah AS telah mengguncang industri teknologi secara keseluruhan.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Huang menyebutkan, 'kami ingin AS memenangkan perlombaan AI', namun langkah-langkah yang diambil bisa mengakibatkan hilangnya setengah dari pengembang AI global dalam jangka panjang.

Perubahan kebijakan dari mantan Presiden Trump, yang sempat memblokir kemudian membuka kembali akses chip Nvidia, menyisakan perbedaan nyata dalam pengembangan teknologi.

Sementara itu, China memberikan subsidi hingga 50% untuk perusahaan yang beralih ke penggunaan chip lokal, memperkuat jangkauannya.

Prospek Masa Depan Kecerdasan Buatan

Huang, sebagai CEO Nvidia, telah mencatat kenaikan signifikan dalam pendapatan perusahaannya seiring dengan kemajuan AI.

Meskipun saham Nvidia pernah melampaui Apple, saat ini tekanan akibat kebijakan perdagangan semakin terasa.

Forbes mencatat bahwa kekayaan Jensen Huang kini berada di angka US$169,4 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia pada peringkat ke-8.

Penurunan kekayaannya mencerminkan dampak dari ketidakpastian pasar yang sedang berlangsung, dan Huang menegaskan pentingnya membuka pasar teknologi AS untuk bersaing secara global.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU